Resensi Mitologi Norse. Kisah Dewa-Dewi Yang Punya Sisi Manusia.

Mitologi Norse

Mitologi selalu bisa menarik perhatian masyarakat. Terutama film keluaran hollywood mengangkat tema kepahlawanan dewa dari mitologi norse seperti thor. Tidak hanya dewa atau dewi bahkan hewan mitologinya selalu berhasil menarik perhatian kalangan sineas dan sastrawan dunia. Salah satu buku terbitan toko buku terbesar berjudul Mitologi norse menceritakan tentang penciptaan dunia hingga lahirnya dewa dewi. Bagaimana kisahnya di pojokan?

Mitologi Norse Dan Kondisi Geografi Negara Skandinavia.

Motologi norse sendiri berkembang di negara-negara skandinavia seperti Denmark, Islandia, Swedia, Finlandia dan lainnya. Pengambaran dunia saat itu hanya ada tiga yaitu suram, murka dan kosong. Kekosongan itu berada antara kesuraman dan kemurkaan yang nantinya terisi oleh kesejukan dari gunung es yang mencair.

Penciptaan dunia dari kepercayaan ini justru berasal dari bongkahan es yang mereka kenal dengan raksasa es Ymir. Anggota tubuh raksasa es (Ymir) tersebut melahirkan banyak makhluk hidup serta melahirkan alam yang kita tahu sekarang. Contohnya dari keringat ketiak kanan dan kiri lahirlah putra dan puteri raksasa es. Kaki Ymir lahirlah raksasa es yang lain. Penciptaan dunia dalam mitologi norse justru menjelaskan bagaimana letak geografi dan alam negara tersebut.

Baca juga:  Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Mengasuh Anak Jadi Masalah Besar. Ini Resensinya!

Sifat-Sifat Para Dewa Bak Manusia.

Dalam pikiran kita Dewa memiliki sifat yang nyaris sempurna kebaikannya dan tidak ada dalam pikiran manusia dewa memiliki sifat setengah jahat dan setengah baik. Namun dalam penggambaran mitologi norse dewa tidak memiliki gambaran kesempurnaan seperti dalam bayangan manusia. Mereka memiliki kekuatan magis di atas manusia tetapi mereka tetap memiliki sifat dualisme bak manusia.

Kita ambil contoh saja Thor yang memiliki palu godam besar bernama Mjolnir. Thor dalam cerita memang memiliki kekuatan yang sangat kuat tetapi ia juga memiliki sifat tamak, tak tahu berterima kasih dan sangat berambisi mengalahkan raksasa. Tak hanya Thor, Freya yang dianggap dewi tercantik pun memiliki sifat-sifat yang tidak baik. Begitu pun dengan raksasa yang tidak selalu memiliki sifat jahat yang sempurna.

Baca juga:  Resensi Budaya Patriarki Di Abad Pertengahan Lewat Tokoh di Grand Shopy Karya Geogrette Heyer

Penggambaran tentang dewa dewi bahkan raksasa bisa dikatakan adalah penggambaran dunia itu sendiri. Bagaimana dunia itu memiliki alam yang indah namun juga memiliki sisi kelam entah lingkungan yang terjal berbatu. Mitologi juga bisa merupakan interpretasi lokasi geografi, kondisi iklim dan situasi masyarakatnya seperti cerita mitologi norse tersebut. Adakah yang sudah membaca buku ini?

KOTAK POS