resensi how to respect myself

design by canva.com

Malam mulai larut dan sedikit mendung. Di Pojokan Rani sedang bersandar pada kursi empuk di bawah jendela sambil memandangi jendela yang basah karena hujan sore tadi. Ia merenung tentang dirinya yang selalu mudah menghakimi diri sendiri. Seorang teman menyarankan untuk membaca buku berjudul how to respect myself karya Yoon Hong Gyun. Ia mencoba membuka dan membaca halaman pertama sampai ia tenggelam dalam isinya.

Kesalahpahaman Tentang Harga Diri.

Sebagian besar orang menganggap harga diri adalah pengakuan yang diberikan oleh orang lain kepada diri sendiri. Pada kenyataannya, harga diri itu bukan terletak dari bagaimana seseorang memandang diri kita, tetapi justru bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Kesalahpahaman ini timbul bukan tanpa sebab. Karena pada dasarnya seseorang membutuhkan pengakuan agar bisa menunjukkan eksistensinya. Keinginan untuk diakui itulah yang terkadang disalahartikan bahwa pengakuan orang kepadanya adalah nilai utuh atas dirinya.

Namun bukan berarti kesalahpahaman yang muncul ini tidak bisa diperbaiki lho. Asalkan diri sendiri mau dan bersedia untuk mencoba maka miskonsepsi tentang harga diri ini bisa dibenahi. Mulai dengan membuang kebiasaan yang membuat harga diri menjadi rendah seperti mudah putus asa, tidak bersemangat, rendah diri, menunda dan menghindar, serta sensitif. Untuk bisa membuang kebiasaan buruk itu hal yang paling penting adalah mengatasi luka, trauma, hambatan kepercayaan diri, atau kritik yang bersifat negatif kepada diri sendiri yang pada akhirnya membentuk lingkaran setan.

Baca juga:  Resensi - Kisah Seorang Pedagang Darah. Krisis Kemanusiaan Di China Tahun 1960-an

Untuk memperbaiki harga diri kita, kita hanya perlu percaya pada prosesnya. Jika kita gagal ditengah jalan, lanjutkan saja, hingga kita tiba pada tujuan akhir yaitu peningkatan harga diri dan rasa bahagia.

orang-orang yang berfokus pada proses akan bisa fokus pada ‘aku saat ini’. Walaupun hasilnya kurang bagus, luka yang dirasakan akan sedikit karena mereka telah melakukan yang terbaik setiap harinya. Kalaupun tidak lolos ujian, masih tersisa rasa puas atas proses yang luar biasa. Harga diri adalah jawaban atas ‘seberapa senang kita dengan diri kita.’…

How to respect myself hal 76-77

Akui Emosi Dan Perbaikan Mindset.

Masyarakat kita pada umumnya sedikit melebih-lebihkan atau menutupi kondisi emosi yang dirasakan hanya karena takut pandangan orang lain tentang dirinya. Seperti contoh ketika kita merasa tersinggung dengan perkataan A yang menjurus pada body shaming, dimana justru membiarkan diri kita menutupi perasaan diri sendiri yang tersinggung. Lalu ditambah dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa sikap tersinggung kita itu berlebihan maka tak heran kita terjebak pada emosi dan pembentukan harga diri yang tidak sehat.

Baca juga:  Resensi - Totto Chan's Children. Kisah Kemanusiaan Di Negara Konflik

Apapun yang kita rasakan coba untuk mengakui emosi itu, mengolahnya dan memperbaiki mindset kita agar lebih sehat secara psikis. Orang yang memiliki harga diri yang rendah kebanyakan adalah orang-orang yang masih memegang erat luka masa lalu mereka, dan mengingkari kenyataan adanya emosi yang bersifat manusiawi. Berilah label pada setiap luka masa lalu itu seperti rasa marah, rasa sedih, rasa kecewa, dan lainnya. Olah-lah emosi yang dirasakan itu dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa luka dan emosi itu adalah masa lalu yang tidak bisa diubah dan wajar jika dimiliki. Perbaiki mindset kita dengan memilah emosi yang dirasakan salah satunya dengan menulis jurnal.

Dengan menulis jurnal kita bisa menuliskan apa yang dirasakan, kapan kejadiannya, bagaimana terjadinya sehingga memudahkan kita mengklasifikasikan penyebab emosi yang dirasakan baik saat ini ataupun saat dimasa lalu. Pengkategorian ini memudahkan diri sendiri untuk memasukkan emosi itu ke ranah logika sehingga masalah yang sedang dihadapi bisa terselesaikan serta meringankan emosi yang dirasakan.

Baca juga:  Buku Ini Bercerita Seni Bergaul Itu Tidak Harus Merubah Diri Kok!

Rani pun memahami bahwa menghakimi diri sendiri itu tidak akan membuat dirinya lebih baik. Menghakimi diri sendiri malah membuatnya semakin tidak bahagia dan cenderung membuatnya membenci dirinya sendiri. Mencintai diri sendiri dimulai dengan mengakui adanya emosi diri, mengolah emosi itu, dan memperbaiki mindset diri kita. Dengan begitu kita pun bisa memperbaiki harga diri yang sangat penting di era serba cepat dan mudah terdikstrasi. Apakah dari kalian ada yang sudah membaca buku ini? ataukah yang sudah mencoba saran-saran dibuku ini?

KOTAK POS