Burn’s Night- Tradisi Makan Malam Sambil Berpuisi Di Skotlandia. Receh Tapi Unik!

Negara Skotlandia ini memang dikenal unik tidak hanya dari cara berpakaian, hingga tradisi yang sebenarnya hampir jauh berbeda dengan negara tetangganya yaitu Inggris. Kekayaan bahasa, musik hingga tradisinya membuat budaya skotish ini banyak dijadikan inspirasi pembuatan film-film. Selain itu, ada sebuah tradisi bernama burn’s night atau burn’s supper yang unik untuk disimak. Apa itu Burn’s Night dan Bagaimana tradisi ini dijalankan?

Tradisi Untuk Mengenal Sastrawan Skotlandia

Tradisi burn’s night ini dilakukan untuk mengenal seorang sastrawan atau penyair asal Skotlandia yang bernama Robert Burns. Robert Burn sendiri lahir di Ayrshire 25 Januari 1756. Penyair ini sudah melahirkan banyak karya sastra berupa puisi, syair hingga lagu-lagu sebanyak 550 buah sebelum kematiannya di tahun 1796.

Puisi, hingga lagu yang diciptakan oleh Robert Burns ini rata-rata mengomentari dunia sosial dan politik dengan gaya bahasa yang cerdik. Selian itu sastrawan ini juga menuliskan lagu nasional skotlandia yang berjudul Auld Lang Syne, sehingga membuatnya dikenal sebagai sastrawan hebat pada masa abad pertengahan hingga saat ini. Lagu Auld Lang Syne ini banyak dinyanyikan di berbagai negara dan banyak didengar ketika tahun baru tiba.

Baca juga:  Meditasi Untuk Kesehatan Otak. Memang Bisa ?

Kehidupannya tidak berjalan mulus walau ia dikenal sebagai seorang sastrawan, kehidupan pribadi yang berantakan serta keadaan ekonomi yang tidak stabil justru mempengaruhi kesehatannya dan meninggal pada usia 37 tahun. Ketika ia meninggal, di setiap tanggal 25 Januari sebagai penghormatan atas jasa dan karya-karyanya ada diselenggarakan tradisi Burn’s night di Skotlandia.

Tradisi Membaca Puisi Dan Menu Khas!

Biasanya tradisi ini dilakukan dengan berkumpul dengan anggota keluarga atau perjamuan besar. Jika dalam perjamuan besar ada tata cara mulai dari penyambutan tamu dengan peniup terompet atau piper khas dari skotlandia yang berbaris, selain itu ada sambutan dari penyelenggara, kemudian makan malam dengan menu khas yaitu haggis. Haggis merupakan makanan khas dalam acara ini karena penyair pernah menuliskannya dalam karyanya sehingga menu ini dipilih sebagai menu utama dalam tradisi.

Baca juga:  Radio Dan Hubungan Unik Antara Penyiar dan Pendengar. Studi Ini Membuktikan !

Kita tentu asing dengan makanan yang bernama Haggis ini. Makanan ini terbuat dari jantung, hati, dan paru-paru domba, yang dicincang dengan bawang, oatmeal, suet, kaldu, dan rempah-rempah kemudian dimasukkan ke dalam perut sapi, domba atau babi sebelum dimasak. Bagi yang vegetarian mereka juga menyajikan variasi menu haggis dalam bentuk yang bisa dikonsumsi oleh para tamu vegetarian. Haggis biasanya dimakan dengan lobak dan kentang tumbuh dicampur dengan sedikit whiskey.

Dalam tradisi ini ada banyak hiburan yang disajikan berupa tarian dan pertunjukan musik khas Skotlandia. Para tamu dan hadirin bisa membacakan karya-karya Robert burn ini serta memberikan tanggapan. Selain itu, lagu auld lang syne juga berkumandang pada acara ini dimana arti dari lagu ini mengisyaratkan “sebuah akhir dan awal yang baru.”

Baca juga:  Wanita Beracun-Ini Kiasan Atau Memang Begitu Adanya ?

Tradisi ini sangat menarik ya teman-teman dimana sebuah sastra bisa diapresiasi dan tidak hanya dikenang dengan sebuah teks belaka. Adakah dari kalian pernah berpartisipasi dalam tradisi ini atau tahu tentang tradisi ini?

Source:
bbc.co.uk
independent.co.uk
scotland.org
bbcgoodfood.com

Ada komentar, ketikkan dibawah ini.