Resensi Loving The Wounded Soul

Mendengar kata depresi nampaknya sangat menyeramkan dan memiliki stigma negatif bagi sebagian banyak orang. Di Era modern seperti sekarang, tingkat depresi bisa dikatakan sangat tinggi karena tututan akan kebutuhan dan kemampuan seseorang kadang tidak berbanding lurus sehingga menyebabkan masalah pada psikologis seseorang. Dalam resensi buku Loving the wounded soul ini, kita akan melihat bagaimana depresi bisa meresahkan sekaligus merubah arah kehidupan seseorang!

Depresi Dari Luka Yang Belum Usai Hingga Keadaan Alam.

Sebagian orang masih berpikir bahwa orang yang memiliki penyakit depresi atau penyakit mental adalah orang gila yang harus dijauhi, menganggap remeh penyakit mental ini sebagai cara untuk mencari perhatian dan beberapa stigma negatif lainnya. Padahal kenyataannya sudah banyak kasus bunuh diri yang menyerang orang-orang penderita depresi dan tidak hanya terjadi pada orang biasa namun juga artis-artis besar di berbagai belahan dunia. Banyak pakar kesehatan meletakkan perhatian khusus pada kesehatan mental yang memang tidak terlalu terlihat dibandingkan kesehatan fisik.

Depresi yang terjadi pada seseorang bisa disebabkan oleh luka batin yang dimiliki belum sepenuhnya sembuh namun harus digores lagi dengan banyaknya luka batin yang lain. Selain luka masa lalu yang belum selesai, ia juga bisa dibawa oleh beberapa faktor genetik atau turunan, walau pada kasusnya beberapa peneliti masih mengembangkan penelitian terhadap hal ini. Namun kebanyakan kasus yang dialami oleh penderita depresi adalah adanya luka hati di masa lalu yang belum diselesaikan sehingga terbawa pada perjalanan hidupnya.

Baca juga:  Folklore Estonia - Penyihir Laprander

Beberapa ciri-ciri orang yang mengalami depresi bisa mengalami kesedihan yang berkepanjangan, emosi yang tidak stabil, merasakan perubahan pada fisik, kelelahan yang ekstrem, hingga munculnya pikiran untuk bunuh diri kerap berlalu lalang. Hanya saja, kadang orang tidak mengetahui apa yang dirasakannya adalah kecenderungan penyakit mental yang bisa saja berbahaya. Faktor yang mendasarinya bisa datang dari internal seperti berasal dari genetika (ibu yang memiliki penyakit depresi), struktur otak yang berbeda, kepribadian (Introvert, atau Ektrovert) atau masalah kesehatan fisik (seperti penderita penyakit kanker, HIV AIDS, dll). Ada juga faktor eksternal sperti budaya, kehidupan sosial hingga pengaruh alam (seperti perubahan cuaca atau iklim)

Perubahan Hidup Penderita Depresi.

Depresi yang dialami oleh seseorang bisa mengarahkan seseorang ke arah yang positif atau negatif tergantung bagaimana orang tersebut melaluinya. Orang yang tidak berhasil melalui depresi yang mana penyakit kambuhan (relapse) biasanya terjebak dalam pemikiran negatifnya dan paling parah adalah bunuh diri. Sedangkan bagi mereka yang berhasil melaluinya akan membawa perubahan bagi cara pandangnya dalam melihat dunia.

….. Seseorang yang mengalami depresi berkepanjangan pada akhirnya akan mengatur ulang sistem keyakinannya. Ini terjadi karena depresi berat seolah-olah memaksa seseorang untuk menjawab pertanyaan paling mendasar: siapa saya? siapa itu Tuhan? Apa itu agama? Apa itu kebenaran? pertanyaan-pertanyaan ini muncul karena seseorang yang bergelut lama dengan depresi merasakan siksaan emosional yang amat dalam hingga membuatnya bertanya “mengapa Tuhan memberikan cobaan ini kepada saya?”…

Loving the wounded soul hal.234

Orang yang berhasil melewati masa kelam depresi dengan self healing atau terapi dari psikolog biasanya akan memiliki cara pandang yang lebih baik tentang kehidupan. Biasanya mereka akan lebih memiliki empati terhadap orang lain, lebih mempelajari agama secara mendalam, dan bahkan memiliki cara yang unik dalam memaknai kehidupannya.

Baca juga:  Resensi - Why Men Want Sex and Woman Need Love. Cara Kerja Otak Pria Dan Wanita Dalam Melihat Cinta.

Siapapun yang sedang depresi, tidak masalah jika kau merasa berbeda dan jangan ragu untuk mencari pertolongan. Siapapun bisa depresi entah tua muda, kaya miskin, anak-anak atau dewasa. Depresi bukanlah hal yang memalukan, lakukan yang hal yang terbaik untuk diri kita. Jika bukan kita sendiri maka siapa lagi yang menolong diri kita?

KOTAK POS