Upacara Kedewasaan

Banyak dari kita yang sudah sering mendengar apa itu upacara menuju kedewasaan yang disebut upacara potong gigi. Upacara yang dilakukan oleh umat hindu ini biasanya dilaksanakan ketika seorang anak sudah beranjak dewasa. Namun, tidak hanya di Bali yang memiliki upacara menuju kedewasaan, di Jepang pun memiliki upacara dengan tema yang serupa yang disebut dengan Upacara Seijinshiki. Lalu bagaimana upacara ini memandang kedewasaan itu?

Upacara Potong Gigi Syarat Nilai Keagamaan.

Upacara potong gigi yang dilakukan oleh orang bali khususnya umat hindu ini dikategorikan sebagai upacara manusa yajna dan sesuai dengan kitab suci weda. Upacara ini memiliki simbol pembersihan sifat-sifat buruk dalam manusia yang dikenal dengan istilah sadripu (enam musuh dalam sifat manusia) antara lain: hawa nafsu, sifat rakus/serakah, kemarahan, mabuk, perasaan bingung, dan iri hati/ dengki. Dari unsur keindahan juga dapat diperoleh bahwa setelah pangur penampilan menjadi terlihat lebih bagus karena gigi taring dan gigi lainnya sudah terlihat rata dan rapi.

Dalam Lontar Tutur Sanghyang Yama ada disebutkan sebagai berikut :

mwah yan amandesi wwang durung ang raja, pada tan kawenang, amalat rare ngaranya, tunggal alanya ring wwang angrabyaning wwang durung angraja, tan sukrama kna ring jagat megawe sanggar negaranira Çri Aji.

Artinya

Lagi jika memotong gigi orang yang belum kotor kain, sama sekali tidak dibenarkan, memperkosa bayi (anak-anak) namanya, sama buruknya dengan orang yang mengawini orang yang belum kotor kain (belum dewasa) tidak patut hal itu dilakukan didunia akan mengakibatkan rusaknya negara sang raja. Jadi dengan demikian seseorang baru boleh melaksanakan upacara Mepandes setelah mereka naik dewasa dalam arti sudah pernah kotor kain.

(Lontar Tutur Sanghyang Yama)

Upacara potong gigi diharapkan bisa membawa seorang anak yang dewasa dan matang dalam menjalani kehidupannya dengan tetap berpegang teguh pada tujuan dharma, dan menjadi anak yang bijaksana dalam mengarungi kehidupan pada usia matangnya.

Baca juga:  インドネシアのテレビ文化

Upacara Seijinshiki Syarat Nilai Sejarah

Di Jepang, Upacara menuju kedewasaan yang disebut sebagai Seijinshiki ini sebenarnya sudah ada sejak periode Asuka (538-710 Masehi). Pada saat itu mereka menggunakan istilah Genppuku dan diadakan pada pertengahan bulan Januari dan bertepatan dengan bulan purnama. Upacara ini diadakan untuk orang laki-laki yang memiliki tinggi 136Cm atau usia 16 tahun pada saat itu. Untuk wanita yang menginjak usia 13 tahun memiliki upacara kedewasaan sendiri yang disebut moji.

Untuk upacara ini anak laki-laki akan mengenakan pakaian yang diberikan oleh orang dewasa dan yang wanita akan mengenakan kimono dengan wajah yang sudah di make-up. Mereka akan pergi ke kuil untuk berdoa kepada leluhur mereka agar diberkati di usia mereka. Seiring perkembangannya, upacara ini pun dilakukan untuk pria dan wanita yang usianya 20 tahun dan dianggap lebih cukup umur dibandingkan usia sebelumnya karena secara administratif usia 20 sudah dianggap cukup untuk menikah, dan memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar.

Baca juga:  Mardi Gras, Asal Tradisi Karnaval Yang Mendunia !

Pada akhir perang dunia dua yaitu tahun 1948 di wilayah Saitama yang memprakarsai upacara seijinshiki yang baru dengan tujuan tidak hanya masalah tanggung jawab secara personal, tetapi tanggung jawab membangun negara dimana setelah perang dunia itu banyak wilayah Jepang yang mengalami kerusakan. Untuk menumbukan semangat itu, sejak tahun 1948 hingga sekarang upacara seijinshiki menjadi hari libur nasional Jepang yang dirayakan setiap awal bulan Januari setelah tahun baru dimana mereka akan berkumpul di balai kota dan upacara itu dihadiri oleh pemerintah setempat.

Upacara seijinshiki ini tidak hanya mengharapkan seorang dewasa yang matang tetapi juga memiliki tanggung jawab kehidupan secara moral baik kepada diri sendiri maupun tanggung jawab untuk membangun negara dengan berpegang pada nilai sejarah mereka.

Baca juga:  Rumah Tradisi-Vasant Panchami: Hari Raya Saraswati Versi India. Apa Menariknya?

Nyatanya upacara kedewasaan yang kita miliki pun banyak dimiliki oleh negara lain dengan konsep dan pandangan yang berbeda. Lalu, adakah upacara menuju kedewasaan di daerahmu?

Source:
medium.com
phdi.or.id
miyazakiajet.org

KOTAK POS