KamHis-Sejarah Prostitusi

Jika mendengar kata prostitusi, nampaknya akan begitu tabu dan tidak senonoh. Namun, KamHis menilik kembali ke belakang tentang keberadaan prostitusi nyatanya membuat kita akan terkejut dan ternganga. Sejak abad sebelum masehi, prostitusi sudah ada dan berkembang bersama dengan masalah-masalanya. Lantas, sejak kapan meruaknya prostitusi ini? dan dilema apa yang dihadadi dalam memerangi adanya prostitusi ini?

Prostitusi Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun.

Catatan kepastian akan lahirnya prostitusi masih dicari hingga saat ini berdasarkan penelitian para antropolog prostitusi sudah ada sejak zaman bangsa Sumeria. Hal ini ditemukan dalam beberapa tulisan pada abad 792 SM. Namun, prostitusi yang dilakukan oleh bangsa Sumeria memiliki tujuan sebagai ritual kepercayaan. Seperti yang dituangkan dala kode Hammurabi yang merupakan penguasa bangsa Sumeria saat itu.

If a “devoted woman” or a prostitute to whom her father has given a dowry and a deed therefor, but if in this deed it is not stated that she may bequeath it as she pleases, and has not explicitly stated that she has the right of disposal; if then her father die, then her brothers shall hold her field and garden, and give her corn, oil, and milk according to her portion, and satisfy her. If her brothers do not give her corn, oil, and milk according to her share, then her field and garden shall support her. She shall have the usufruct of field and garden and all that her father gave her so long as she lives, but she can not sell or assign it to others. Her position of inheritance belongs to her brothers.

Hammurabi Code, Pasal 178

Tidak hanya bangsa Sumeria, seiring berjalannya waktu kondisi yang sama pun juga terjadi pada peradaban di Yunani. Hanya saja, berdasarkan pada catatan sejarah dimana hukum Dracon (diambil dari nama seorang ahli hukum di zaman itu) menentang adanya prostitusi dan menghukum tanpa pandang bulu yang dibuat sekitar tahun 620 SM. Namun ketika Raja Lycurgus memerintah, ia mulai dilunakkan dengan hukum baru yang dibuat oleh Solon yang justru melegalkan prostitusi dan mendirikan rumah bordil di Athena.

Baca juga:  Konsumerisme Meningkatkan Pemanasan Global. Kok Bisa Sih ? Ini Temuannya !

Kemudian prostitusi tidak lagi menjadi sarana ritual keagamaan, tetapi justru sebagai lahan untuk mencari sumber pendapatan dan menaikkan status sosial. Istilah ini kemudian meluas ke Mesir pada zaman Firaun hingga ke bangsa Romawi. Bangsa Romawi merupakan bangsa yang memiliki istilah yang banyak tentang prostitusi bahkan, bisnis ini didaftarkan secara legal. Pemilik rumah bordil biasanya adalah orang-orang terhormat yang dikenai pajak tinggi oleh negara dan pelacur yang bekerja juga membayar pajak yang sama tingginya.

Dilema Yang Muncul Dari Prostitusi

Semakin berkembangnya model prostitusi pada zaman ke zaman, kondisinya pun tidaklah sama. Hampir di sudut-sudut jalan sudah banyak rumah-rumah bordil yang dibangun, namun sayangnya tidak semua rumah bordil itu memiliki kualifikasi yang sesuai seperti kebersihan, dan aturan yang sudah ditetapkan. Banyak dari prostitusi baik di Roma, Inggris, Wina, dan beberapa negara di zaman pertengahan memiliki model prostitusi yang tidak lazim.

Baca juga:  The Petrifying Well - Sumur Yang Mampu Membuat Benda Jadi Batu. Kutukan Atau Apa Sih ?

Raja Henry VIII berusaha mennutup rumah-rumah bordil yang kotor dan tidak sesuai dengan aturan pemerintahannya tahun 1546 namun hal itu tidak berhasil. Justru bermunculan rumah bordil dengan tembok pembatas tinggi yang menghalangi orang-orang untuk menerobos masuk. Hingga pada abad ke 16, epidemi penyakit sifilis menyerang negara-negara eropa pada saat itu.

Kebijakan dari tahun ketahun berusaha menutup dan menghilangkan adanya prostitusi ini. Bahkan hingga di zaman modern ini pun segala cara digunakan untuk memberantas prostitusi yang bertujuan melindungi norma umum, menjaga warga agar tetap sehat, dan mewujudkan lingkungan yang lebih bermoral dengan menutup wilayah-wilayah prostitusi tapi masih saja hal itu belum bisa mengakhiri masalah prostitusi itu sendiri. Di era digital seperti ini justru bermunculan prostitusi yang berbasis online dan itu lebih mengerikan.

Baca juga:  Attachment Sytle dan Kehidupan Cinta! Kamu Tipe Yang Mana Nih ?

Dilema ini tidak hanya dirasakan pada ratusan tahun lalu, dan belum berhasil diatasi hingga saat ini. Jadi, apa yang sebaiknya kita lakukan? Apa pendapatmu?

Source:
independent.co.uk
gutenberg.org
britannica.com
thoughtco.com

Ada komentar, ketikkan dibawah ini.