TanyaKenapa-Kayu Berderak Jika Terbakar? Ini Sebabnya!

TanyaKenapa-Kayu Yang Terbakar Berderak

Jika sedang melakukan api unggun pasti kita sering mendengar bunyi derak kayu yang terbakar. Tidak hanya api unggun, tetapi ketika membakar kayu untuk memasak juga pasti menimbulkan suara berderak, sebenarnya darimana suara itu? dan TanyaKenapa bisa seperti itu?

Proses Pemanasan

Semua berawal dari proses pemanasan kayu yang dibakar oleh api. Api sendiri terbentuk dari reaksi kimia antara oksigen di udara dan sumber bahan bakar seperti bensin, minyak tanah atau kayu. Namun pada prosesnya, sebagian besar sumber bahan bakar tidak terbakar secara langsung, karena selalu dikelilingi oleh oksigen. Sehingga sumber pembakaran perlu dipanaskan pada suhu proses pembakaran.

Untuk kayu, suhu penyalaan sekitar 300º F atau sekitar 150 derajat celsius dimana panas mulai menguraikan bahan selulosa kayu. Pada proses pembakaran ini ada beberapa bentuk yang terwujud gas volatil (asap), arang (karbon murni), dan abu (mineral yang tidak terbakar). Pembakaran kayu yang sebenarnya terjadi ketika gas yang mudah menguap mencapai suhu sekitar 500º F atau sekitar 280 derajat celsius, pada titik panas inilah molekul pecah dan bergabung kembali dengan oksigen membentuk air, karbon dioksida, dan produk lainnya. Inilah yang kami anggap sebagai proses pembakaran.

Baca juga:  TanyaKenapa - Tetesan Hujan Memiliki Banyak Bentuk. Ada Yang Tahu?

Kandungan Getah Cair Dalam Kayu

Suara derak pada kayu bakar karena adanya cairan dalam kayu yang berupa air dan getah. Lalu mengapa kayu bisa memiliki air? ketika pohon masih hidup, air dari akar akan dibawa oleh batang untuk didistribusikan hingga ke daun. Sisa air dari pendistribusian ini disimpan di batang dan cabangnya dan bersama dengan getah dari batang tersebut. Selain itu, Jika kayu bakar ditinggalkan dalam hujan, cara itu bisa menyerap air dengan cara itu atau terkadang serangga membuat lubang kecil di kayu yang memungkinkan air masuk.

Pada saat kayu yang basah dibakar maka suara bising akan semakin terdengar. Panas dari api menyebabkan cairan dalam kayu mendidih dan menguap menjadi uap. Uap ini terperangkap di dalam serat kayu dan terperangkap yang pada akhirnya memberikan tekanan pada kayu di sekitarnya hingga uap yang terperangkap masuk ke dalam api dan menimbulkan suara derak.

Baca juga:  TanyaKenapa - Alasan Mengapa Teh Dan Kopi Dijadikan Minuman Pagi Hari.

Jadi ketika kamu menggunakan kayu basah yang masih basah lebih memungkinkan mendengarkan suara derak dibandingkan dengan kayu yang sudah kering seperti arang.

Source:
theconversation.com
wonderopolis.org
sciencing.com

KOTAK POS