TanyaKenapa-Ada Cahaya. Ternyata Ini Sebenarnya!

TanyaKenapa-Ada Cahaya

Ada yang pernah TanyaKenapa ada cahaya di bumi kita? Sebenarnya ini pertanyaan yang sepele tapi justru penjelasannya tidak semudah itu menentukan cahaya darimana. Bahkan para ilmuan dari zaman Isaac Newton sudah mempertanyakan asal cahaya ini. Lalu jawaban tanyakenapa ini seperti apa tentang cahaya?

Asumsi Abad Ke 17

Ketertarikan dan pertanyaan mengenai cahaya sebenarnya sudah ada jauh sebelumnya dan pada abad ke 17 ini lah orang mulai berfikir secara ilmiah konsep cahaya yang diawali dari pandangan dari Isaac Newton. Isaac Newton berpendapat bahwa cahaya terbuat dari partikel kecil yang ia sebut seperti sel yang dipancarkan oleh benda panas (seperti matahari atau api).

Tak hanya Isaac Newton, seorang fisikawan Belanda bernama Christiaan Huygens juga mengemukakan pendapat yang berbeda dengan Isaac Newton. Ia berpikir cahaya adalah gelombang yang bergetar naik turun ketika cahaya bergerak maju. Sayangnya dari pendapat kedua ilmuwan tersebut belum bisa mewujudkan konsep nyata tentang cahaya.

Baca juga:  Batu Taaffeite - Batu Mulia Dengan Senyawa Terlangka Di Dunia. Harganya Bisa Bikin Perut Melilit!

Radiasi Elektromaknetik

Pendapat dari Isaac Newton dan Huygens kemudian digabungkan oleh dua ilmuan yaitu Hans Christian Oersted dan Michael Faraday. Oersted menemukan bahwa arus listrik yang melewati kawat dapat membelokkan jarum yang ada pada kompas magnetik. Sedangkan Faraday menemukan bahwa memindahkan magnet di dekat kawat dapat menghasilkan arus listrik di kawat. Yang kemudian menghasilkan istilah baru yaitu Elektromagnetik.

Radiasi elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang 380 dan 750 nm dapat terlihat oleh mata manusia. Radiasi elektromaknetik yang dapat tertangkap oleh mata salah satunya adalah cahaya dimana dihasilkan oleh perubahan gerakan partikel bermuatan listrik. Gagasan ini dimunculkan oleh James Clerk Maxwell.

Maxwell menunjukkan bahwa medan listrik dan medan magnet bergerak dalam gelombang, dan bahwa gelombang listrik dan magnet itu pada dasarnya bergerak dengan kecepatan cahaya. Ini memungkinkan Maxwell untuk memprediksi bahwa cahaya itu sendiri dibawa oleh gelombang elektromagnetik yang berbentuk radiasi. Radiasi inilah yang memunculkan spectrum warna cahaya yang mampu ditangkap oleh mata.

Baca juga:  Perpustakaan Tertua Yang Mengagumkan - Perpustakaan Alexandria

Jadi cahaya merupakan bentuk radiasi gelombang elektromaknetik yang memunculkan berbagai warna yang pada akhirnya ditangkap oleh mata.

Source:
andor.oxinst.com
cosmosmagazine.com
ec.europa.eu
bbc.com

Ada komentar, ketikkan dibawah ini.