Swiss-Nama Negara Yang Tidak Pernah Ikut Berperang Dalam Perang Dunia. Ini Alasannya!

Negara Swiss Yang Netral

Mendengar nama negara Swiss membuat kita ingat akan pegungan Alpen yang indah di Eropa. Namun, walau negara ini kecil dan terletak di area pegunungan negara ini dikenal sebagai negara yang tidak ada konflik di dalamnya dan dikenal sebagai negara yang stabil secara politik. Itulah kenapa negara Swiss menjadi tempat diadakannya perjanjian damai hingga Pusat palang merah dunia. Lantas alasan negara ini tidak pernah terlihat dalam perang dunia I dan II?

Masa Lalu Swiss Yang Berharga.

Pada masa awal sejarah pendirian Swiss, negara ini dihuni penduduk Celtic termasuk bangsa Helvetii, penduduk dari dataran Mittelland, dan bangsa Rhaetians. Yang kemudian tanah mereka diinvasi oleh bangsa Romawi tahun 58 SM. Lalu tahun 400 M, kekaisaran Romawi diusir oleh Bangsa Alemani Jerman yang kemudian menduduki wilayah barat dari negara ini.

Bangsa Alemani German ini kemudian mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan di Swiss dari bahasa latin yang mulai digunakan hingga agama kristen yang disebarkan. Wilayah Swiss terpecah menjadi Swiss dengan bahasa German dan Swiss dengan bahasa Perancis. Kemudian, pada abad ke-6 bangsa Franka menakhlukan dan menyatukan wilayah swiss. Sayangnya, kerajaan Charlemagne mengambil alih di tahun 870 dan membagi wilayah Swiss.

Baca juga:  Sardinia, Italia - Rahasia Pulau Dengan Banyak Penduduk Usia Tua Yang Sehat.

Pada tahun 1023, Kekaisaran Romawi kembali mengambil alih wilayah ini, namun membiarkannya dengan berkembang dengan keluarga-keluarga bangsawan lokal yang memimpin seperti Keluarga Savoy,  dan Keluarga Zähringen. Saat Romawi dipimpin oleh Kaisar Rudoplh I, Ia menerapkan pajak yang tingga dan administatif yang ketat pada rakyat Swiss sehingga menimbulkan kebencian akan rezim romawi dimana meminta para pimpinan lokal untuk memberikan kemerdekaan. Namun saat itu yang bisa dilakukan adalah menandatangai perjanjian di kota Schwy untuk membentuk Confederasi Helvetica. Walau sudah terbentu konfederasi itu, masih ada yang mencoba menyerang pertahanan Swiss salah satunya Raja Leopold I dari Austria yang mana pada penyerangan ini kemenangan berada di tangan Swiss dan membuat banyak kelompok lain bergabung dengan tentara Swiss yang berlangsung selama 200 tahun.

Sikap Netralitas Yang Datang Dari Kekalahan.

Sikap netral Swiss yang tidak memihak dan mengikuti pandangan politik manapun dimulai ketika pihak Swiss mengalami kekalahan atas perang dengan Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte pada pertempuran Marignano tahun 1515. Sejak saat itu, konfederasi yang awalnya ingin mengekspansi mulai ditinggalkan dan lebih mengarah ke pertahanan diri demi menghindari konflik.

Baca juga:  Petir Langka - Memang Ada Ya ?

Swiss diserang pasukan Napoleon dari segala arah dimana membuat wilayahnya dijadikan menara pertahanan sehingga mengharuskan Swiss mengkompromikan netralitasnya di tahun 1798. Namun akibat kekalahan Napoleon pada perang di Waterloo justru menguntungkan Swiss ketika ia memegang netralitas demi menjaga kestabilan di antara Perancis dan Austria. Selama Kongres Wina tahun 1815, mereka menandatangani deklarasi yang menegaskan “netralitas abadi” Swiss dalam komunitas internasional.

Swiss mempertahankan konsistensi sikap netralnya pada perang dunia I, ketika mengerahkan tentaranya dan menerima pengungsi namun tetap tidak memihak militer manapun. Tahun 1920, Liga Bangsa-Bangsa nama awal PBB yang baru dibentuk resmi mengakui netralitas Swiss dan membangun markas besarnya di Genewa. Tantangan besar Swiss dalam menjaga sikapnya terdapat pada perang dunia II, dimana negara itu menemukan dirinya dikelilingi oleh kekuatan Poros. Ia tetap mempertahankan netralitas dengan tetap berdagang dengan Nazi tetapi menerima pengungi dari perang dunia II.

Baca juga:  Warna Biru Dikenal Langka Di Alam. Kok Bisa ? Ini Penelitiannya.

Pada perang dunia I dan II, Swiss mengambil bagian lebih aktif pada urusan Internasional yang bersifat kemanusiaan dan kesehatan. Pihak Swiss jug atidak bergabung dengan NATO atau Uni Eropa dan hanya bergabung pada PBB tahun 2002.

Jadi sudah tahukan alasan Swiss tidak pernah bergabung perang dan alasan mengapa markas perdamaian dan palang merah ada disana.

Source:
lonelyplanet.com
history.com
time.com

4 thoughts on “Warna Biru Dikenal Langka Di Alam. Kok Bisa ? Ini Penelitiannya.

  1. Apakah warna biru pada hewan khususnya Ular juga menjadi hal yang sangat jarang. Atau warna biru pada ular hanya karena efek kulit ula terkena cahaya. terimakasih.

    1. Jawabannya bisa di check di https://dindapranata.com/2019/04/10/tanyakenapa-kulit-dan-mata-ular-biru/
      semoga membantu.. ^_^

  2. Ping-balik: #TanyaKenapa – Kulit Atau Mata Ular Bisa Berwarna Biru ? Ini Penjelasannya.
  3. Ping-balik: #TanyaKenapa Laut Berwarna Biru?

KOTAK POS