Bahasa Sansekerta Di Weda- Darimana Sih Asalnya?

Asal Usul Bahasa Sansekerta

Kita sudah banyak yang tahu bahwa agama hindu memiliki kitab suci bernama Weda. Dalam bahasa sansekerta weda berasal dari kata Vid yang berarti pengetahuan. Bahasa yang dipakai di dalam weda adalah bahasa sansekerta. Namun, banyak yang masih belum tahu mengapa weda ditulis dengan bahasa sansekerta dan sebenarnya bahasa sansekerta itu asalnya dari mana?

Satu rumpun Dengan Bangsa Eropa!

Sama seperti manusia, Dalam dunia lingustik juga ada silsilah bahasa itu berasal yang dikenal dengan istilah stammbaum atau pohon keluarga. Model pohon ini digunakan untuk memetakan mana bahasa yang masih satu rumpun dengan bahasa lain. Berdasarkan dari pohon keluarganya, bahasa sansekerta yang ada pada weda masuk golongan bahasa induk bahasa Indo European yang digunakan oleh banyak orang Eropa dan memiliki sub bahasa Indo-Iranian.

Bahasa Sub Indo-Iranian diperkirakan sudah ada sejak 4.500 SM yang kemudian terpisah lagi menjadi beberapa jenis bahasa termasuk salah satunya yang dipakai di weda yaitu bahasa Indo-aryan atau bahasa sansekerta. Sansekerta berasal dari kata Sam atau Samyak yang memiliki arti sepenuhnya dan Krit yang artinya selesai jadi sansekerta adalah bahasa yang sudah memenuhi syarat sebagai alat komunikasi. Sedangkan untuk dokumen yang menggunakan bahasa sansekerta pada masa itu disebut veda. Bahasa ini diperkirakan ada pada tahun 1,500 SM yang mana bahasa sansekerta dibagi menjadi sansekerta klasik, tengah dan modern dan masing-masing memiliki ciri yang berbeda.

Baca juga:  Maha Rsi Visvamitra-Salah Satu Rsi Dalam Epos Ramayana. Siapa Beliau?

Sansekerta klasik memiliki sistem fonologi, kosakata, sintaksis dan tata bahasa yang beragam dan kompleks. Ragam tata bahasa dalam sansekerta klasik ini kemudian dikenalkan oleh Panini seorang ahli tata bahasa pada abad ke 6-5 SM dalam karyanya berjudul Ashtadhyayi dimana ia menjelaskan ada 250 kata untuk menerangkan hujan, 67 kata untuk menjelaskan air, dan 65 kata untuk melukiskan bumi. Kitab weda yang menggunakan sansekerta klasik antara lain kitab-kitab seperti Regveda, Samaveda, Yayurveda, dan Atharvaveda. Tidak hanya itu sansekerta klasik juga termasuk upanisad dan aranyaka yang didalamnya berisi nilai-nilai filosofi hindu.

Bahasa Sansekerta Menurun Ke Bangsa Lain.

Semakin lama bahasa sansekerta yang dulunya kompleks mulai disederhanakan menjadi lebih mudah. Pada zaman sansekerta tengah diketahui dari prasasti zaman dinasti Asoka pada abad 3 SM. Zaman sansekerta tengah, bahasa sansekerta ini juga digunakan oleh penganut agama Buddha, dan Jainisme. Selain itu mulai muncul bahasa-bahasa sastra dan puisi (Apabhraṃśa) yang menandai kemajuan dari bahasa di zaman ini. Tanda dari kemajuan sastra dapat dilihat dari prasasti Raja Dharasena II dari Valabhī.

Baca juga:  Resensi Pendidikan Karakter Di Episode Kisah Karya Tetsuko Kuronayagi - Novel Totto-chan

Pada masa sansekerta modern sudah banyak kata-kata yang mulai dihilangkan dan bahasa sastra yang dulunya juga dipakai sehari-hari juga diganti dengan bahasa sehari-hari yang sederhana. Bahkan banyak karya sastra besar yang muncul pada masa sansekerta modern seperti Ramayana dan Mahabarata. Pengaruh pada bahasa sansekerta pada zaman ini sangat banyak dan mempengaruhi bahasa-bahasa serta tulisan di dunia. Contohnya Tulisan devanagari di India, Nepali di Nepal, Bahasa Urdu di Benggali, bahkan Bahasa Jawa juga ada kata-kata yang menggunakan bahasa sansekerta.

Jadi, bahasa sansekerta bukan bahasa yang ada dengan sendirinya tetapi masih diturunkan dari bahasa induknya. Sudah tahu kan dari mana asalnya bahasa sansekerta?

Baca juga:  Medusa Dalam Mitologi Yunani Itu Dewi Atau Monster ?

Source:
britannica.com
ancient.eu

Ada komentar, ketikkan dibawah ini.