Resensi-Princess Of Tales. Lika-Liku Kehidupan Penulis Di Kehidupan Nyata, Apa sih?

Princess Of Tales

Resensi kali ini membahas salah satu buku milik Jostein Gaarder yang fenomenal lewat karyanya Dunia Sophie. Kali ini si pengarang memberikan kisah mengenai kehidupan para penulis dan penggiat sastra. Pemikiran Jostein sendiri hadir untuk membuka sisi lain dari dunia kepenulisan yang kadang kala dianggap sebelah mata oleh beberapa orang. Apa saja sisi yang diceritakan itu?

Detail Buku:
Penulis: Jostein Gaarder
Penerbit: Mizan
Tahun Terbit: Edisi Ketiga, Cetakan 1, Februari 2019
Halaman: 264
ISBN:  978-602-441-095-7

Dunia Kepenulisan Itu Adalah Dunia Kreatif

Jostein menceritakan kisah Petter sebagai seorang kreator yang mana ia memiliki banyak sekali imajinasi yang tersimpan dalam pikirannya. Imajinasinya terlalu aktif sehingga ia sendiri tidak tertarik menuliskan secara detail hingga menjadi sebuah novel. Namun, walau ia tidak terarik dalam menulis ia selalu menyimpan imajinasinya dalam catatannya yang ia tulis secara garis besar.

Disini pengarang buku princess of tales ingin menyampaikan bahwa dalam dunia kepenulisan atau sastra, tidak melulu soal bagaimana teknik kamu bercerita. Di dalamnya bagaimana kamu memperoleh imajinasi untuk karya tulismu. Jika kamu memiliki teknik menulis yang mumpuni, tanpa imajinasi yang kreatif kamu pun akan terjebak dalam karyamu. Sama halnya ketika Jostein melihat banyaknya penulis-penulis yang terjebak dalam writer block atau kebuntuan ide.

Baca juga:  Resensi Habis Gelap Terbitlah Terang Sebuah Seruan Tentang Tradisi Dan Agama .

Ia menuliskan bagaimana ide-ide itu terhenti ditengah karya yang pada akhhirnya membuat penulis berhenti. Lalu, munculah ide untuk menjual karyanya yang bisa membantu penulis menemukan ide untuk tulisannya. Tapi, akibat dari penjualan ide itu ia mendapatkan masalah dengan beberapa penerbit yang merasa tulisan-tulisan dari berbagai penulis itu hampir sama satu dengan yang lainnya. Yang kemudian membuatnya berhenti melanjutkan penjualan ide itu.

Originalitas Karya Dan Hasil Itu Sebanding

Dalam buku ini juga, melalui tokoh Petter penulis juga menyampaikan ada beberapa tipe penulis yang ada dalam dunia sastra. Pertama, Penulis yang jujur yaitu orang yang tidak akan membeli ide darinya. Kedua, penulis yang kehabisan ide yaitu orang yang sudah menerbitkan buku, namun perlu bertahun-tahun untuk menerbitkan buku lagi. Ketiga, Penulis yang kehabisan ide yang hanya membutuhkan garis besar cerita petter. Keempat, penulis yang kehabisan ide dan sangat membutuhkan detail cerita lengkap serta tuntunan. Kelima, penulis yang merasa bisa menulis tapi belum menuliskan apapun dan menerbitkan apapun. Keenam, penulis yang merasa menulis tetapi tidak punya kemampuan menulis.

Baca juga:  Resensi Bangsawan Pribumi Juga Memiliki Andil Dalam Kesengsaraan Rakyat di Zaman Kolonial - Max Havelaar Karya Multatuli

Orang yang paling banyak membeli karyanya atau idenya adalah orang yang kehabisan ide dan orang yang merasa bisa menulis. Dalam dunia kepenulisan atau sastra hal yang paling penting adalah bagaimana menghasilkan karya yang original. Jangan hanya karena ingin dikenal atau ingin sesuatu tetapi mengambil jalan yang tidak baik seperti menjiplak atau membeli ide dari orang lain. Dalam akhir buku inilah, dimana Petter terkena imbas dari penjualan ide-idenya kepada penulis yang membuatnya menjadi bangkrut dan harus menutup usaha bantuan kepenulisannya.

Buku ini cocok dibaca sebagai gambaran bagaimana dunia kepenulisan itu tidak semudah yang orang bayangkan. Penulis terkadang harus berjuang keluar dari writer blocknya dan bangkit untuk menulis kembali serta bagaimana mereka berusaha mencari ide-ide kreatif yang original untuk karya mereka.

KOTAK POS