Rumah Tradisi-Tahun Baru Saka Di Indonesia adalah Nyepi. Bagaimana Di India?

Tradisi Nyepi

Umat hindu akan melaksanakan hari raya nyepi pada tanggal 25 Maret. Bagi umat hindu di Indonesia hari raya nyepi disebut juga tahun baru saka dimana ditandai dengan beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan seperti Melasti dan tawur kesanga. Namun, ternyata nyepi itu sendiri tidak hanya dirayakan di Indonesia. Di India yang merupakan basis dari agama hindu juga memiliki acara unik yang dilakukan pada saat tahun baru saka. Apa sih itu dan apa perbedaannya dengan Nyepi?

Tradisi Nyepi
Tradisi Nyepi Di Indonesia Dan Di India

Nyepi = Moment Refleksi Diri

Dalam tradisi di Indonesia, nyepi dilaksanakan dimana umat hindu melakukan apa yang disebut dengan catur brata penyepian antara lain: Amati Geni (Mematikan Api), Amati Lelungaan (Tidak berpergian), Amati Karya (libur dari bekerja) dan Amati Lelanguan (Berpuasa). Tujuan adanya catur brata penyepian untuk memfokuskan diri kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada saat hari raya nyepi itulah umat Hindu khususnya diajarkan untuk dapat melihat diri sendiri, baik dan buruknya perbuatan atau sikap yang dilakukan. Dalam kitan Manawa Dharma Sastra IV. 240 disebutkan sebagai berikut Manusia lahir sendiri, sendiri juga ia akan mati, sendiri ia menikmati perbuatan yang baik, sendiri pula menikmati perbuatan yang buruk. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah segala perbuatan yang dilakukan oleh manusia, dia yang akan membawa akibat atau hasil dari perbuatan itu.

Baca juga:  Produktif Itu Perlu ! Jika Kamu Perlu Energi Produktif, Coba Metode Fika Dari Swedia.

Umat hindu merayakan nyepi sebagai moment dimana bisa lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai moment refleksi diri atau instropeksi diri. Apakah dalam setahun atau sepajang kehidupan ini sebagai manusia sudah melakukan hal-hal yang baik atau lebih banyak melakukan hal yang tidak baik dan Apakah manusia sudah menjalankan prioritas agama hindu sesuai dengan dharma. Hal ini juga sesuai dengan konsep pengendalian diri dalam Tri Kaya Parisuda yaitu berpikir yang baik, berkata yang baik dan berprilaku yang baik. Lantas apa yang berbeda dengan tradisi tahun baru saka di India ?

Tahun Baru = Penciptaan Dunia Oleh Dewa Brahma

Di India memiliki tradisi tahun baru saka yang berbeda seperti Ugadi. Berdasarkan terminologinya Ugadi berasal dari kata ‘Yuga‘ yang berarti Zaman dan ‘Adi‘ yang artinya Awal atau mulai. Ugadi berarti dimulainya suatu masa baru atau dimulainya tahun yang baru. Tradisi ini dimulai sejak seminggu sebelum perayaan tahun baru/ ugadi itu dilakukan. Tradisi ini dilakukan di Andhra Pradesh, Telangana Dan Karnataka. Sebelum perayaan ini biasanya umat hindu di beberapa wilayah itu akan membersihkan rumah, dan menghias rumah dengan warna warni. Lalu pada saat tahun baru mereka akan mendatangi kuil, mengundang keluarga dan kerabat. Moment itu dirayakan dengan penuh suka cita dan semangat keagamaan sebagai kegembiraan di hari yang baik untuk penciptaan dewa Brahma.

Baca juga:  Kaizen : Peningkatan Keberlanjutan Dalam Filosofi Kerja Di Jepang

Tidak hanya Ugadi, Ada juga perayaan Gudhi Padwa di daerah Maharashtra yang juga merupakan perayaan atas penciptaan waktu dan alam oleh Dewa Brahma atau tahun baru. Perayaan ini disambut dengan suka cita dimana mereka merayakan perayaan tahun baru bersamaan dengan datangnya musim panen. Pada perayaan ini masyarakat di Maharashtra akan menghias rumah mereka dengan bambu yang dililitkan dengan kain berwarna cerah dan dihiasi oleh daun mangga. Moment tahun baru ini disambut dengan kegembiraan atas penciptaan Dewa Brahma.

Ternyata moment tahun baru saka itu tidak hanya dilakukan di Indonesia saja, tetapi juga di India dengan tradisi yang berbeda.

Source:
phdi.or.id
karnataka.com
merdeka.com
officeholidays.com

KOTAK POS