Ternyata Ada Hubungannya Budaya Kompetisi Di Indonesia Terhadap Cara Mengemudi. Kok Bisa Sih?

Bicara tentang budaya tentu saja tidak bisa lepas dengan adat istiadat atau kebiasaan. Kebiasaan yang sering dipupuk dan dilakukan akan memunculkan karakter, sehingga karakter itu akan berkembang menjadi budaya jika diikuti oleh banyak orang. Budaya berkendara di jalan warga Indonesia terkadang bisa menimbulkan bahaya dimana pengendara ugal-ugalan, atau saat lampu lalu lintas berubah hijau buru-buru membunyikan klakson hingga mengagetkan pengguna jalan lain. Apakah itu berkaitan dengan budaya ?

Budaya Kompetisi Dan Saling Mendahului

Budaya kompetisi
Budaya kompetisi by visual.ly

Jiwa kompetisi manusia pada dasarnya ada sejak zaman purba dimana ketika seorang pemimpin mempengaruhi kelompok lain untuk terlihat lebih hebat atau lebih kuat. Bahkan melihat bagaimana manusia purba ini membentuk koloni dengan menciptakan mitos-mitos terkait demi menarik masanya. Kompetisi ini biasanya dipengaruhi oleh insting manusia jika melihat lawan sehingga jiwa kompetisi sudah terasah hingga menjadi karakter dan budaya manusia.

Dalam suatu wilayah budaya yang dominan akan mempengaruhi apa yang dianggap perilaku normal dan tidak normal. Seperti halnya di Indonesia, perilaku kompetitif seperti membanding-bandingkan anak A dengan anak B dianggap normal dibandingkan dengan perilaku yang tidak membanding-bandingkan. Sehingga budaya kompetitive di Indonesia masih terlihat dominan dibandingkan dengan budaya gotong royong yang terkenal itu. Budaya kompetisi yang dominan ini juga berdampak pada bagaimana sikap dan tindakan masyarakat indonesia ketika dihadapkan dengan lingkungan dan lingkup sosialnya. Kompetisi melahirkan kecenderungan menunjukkan kemampuan individu dengan individu lain sehingga individu yang menang akan mendapatkan penghargaan dari individu lain.

Baca juga:  Caviar - Makanan Ini Seharga Rumah. Mau Mencoba ?

Budaya kompetisi ini pula yang menjadi karakter orang Indonesia yang tidak sabaran ketika ada di jalan. Banyak pengemudi yang ingin saling mendahului, pengemudi yang tidak sabar membunyikan klakson saat lampu lalu lintas baru berwarna hijau, bahkan tidak jarang perilaku tersebut membahayakan pengguna jalan lain. Ciri dari budaya kompetitif antara lain adanya nilai menang dan kalah, penghargaan atau hukuman, dan perbandingan individu atau kelompok. Dari alasan buru-buru hingga rasa ingin cepat sampai tujuan membuat pengemudi jalan tidak sabaran terhadap pengemudi lain yang sering kali membahayakan.

Jalanan Menjadi Area Balap Dan Pertunjukan.

Arena Balap
Arena Balap by harianhaluan.com

Budaya kompetisi tidak hanya terjadi di sekolah atau kantor tetapi juga di jalanan. Berdasarkan dari laporan statsistik penyebab kecelakaan terbesar dari faktor manusianya disusul oleh faktor lingkungan, dan sarananya dimana semuanya saling berkaitan. Pada tahun 2019 saja kecelakaan lalu lintas naik menjadi 3% dari tahun sebelumnya. Tidak hanya itu pelanggaran lalu lintas dan teguran oleh aparat juga meningkat sepanjang tahun 2019. Disebutkan sebagian besar karena faktor manusia sebagai pengemudi.

Baca juga:  The Petrifying Well - Sumur Yang Mampu Membuat Benda Jadi Batu. Kutukan Atau Apa Sih ?

Budaya kompetitif yang kelewatan bisa berhujung pada bahaya bagi individu sendiri. Dampak budaya kompetisi yang berlebihan yaitu kekerasan, kriminalitas, pelanggaran etika, hingga paling parah kematian. Kompetisi dijalan ini tidak hanya sekedar pelanggaran remeh, namun sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Jalanan tak ubahnya sebagai arena balap dan area pertunjukan demi mempertontonkan kehebatan mengemudi. Kompetisi yang seperti ini tidak hanya merugikan tetapi juga tidak semestinya dan tidak pada tempat yang seharusnya.

Budaya kompetisi yang sehat akan menciptakan lingkungan yang sehat. Begitu juga dengan kompetisi di jalan yang dilakukan dengan aturan yang benar dan tempat yang seharusnya yaitu arena balap. Budaya kompetisi tidak seharusnya digunakan di jalan raya demi keselamatan.

Baca juga:  Menurut Sains Berita Hoax Lebih Cepat Menyebar Dibandingkan Berita Yang Benar. Wajib Baca Biar Tidak Tertipu !

Source:
https://www.zenefits.com/workest/competitive-collaborative-corporate-culture-hinders-helps-business-success/
http://www.project2061.org/publications/sfaa/online/chap7.htm
https://nasional.kompas.com/read/2019/12/28/10355741/polri-sebut-jumlah-kecelakaan-lalu-lintas-meningkat-pada-2019
http://bappeda.jogjaprov.go.id/dataku/data_dasar/index/548-data-kecelakaan-dan-pelanggaran-lalu-lintas?id_skpd=39

Ada komentar, ketikkan dibawah ini.