Resensi – Why Men Want Sex and Woman Need Love. Cara Kerja Otak Pria Dan Wanita Dalam Melihat Cinta.

Beda Pria, beda juga wanita. Dalam buku yang ditulis oleh Allan & Barbara Pease dikatakan banyak pasangan baik pria dan wanita tidak bisa memahami bagaimana menghadapi reaksi pasangan mereka terhadap cara pandang cinta dan kebutuhan biologis. Lalu apa yang mendasari perbedaan itu dan mengapa banyak pasangan yang masih bertengkar dalam perbedaan persepsi ini ?

Terkait #Resensi :
#Resensi – Totto Chan’s Children. Kisah Kemanusiaan Di Negara Konflik
#Resensi Habis Gelap Terbitlah Terang Sebuah Seruan Tentang Tradisi Dan Agama .
#Resensi Idealisme Kemanusiaan Pada Tokoh Max Havelaar. Apakah Kemanusiaan Kala Itu Benar-Benar Mati ?

Why Men Want Sex and Woman Need Love
why men want sex and woman need love by http://www.gramedia.com

Cara Kerja Otak Pria Dan Wanita Dalam Memandang Cinta

Para peneliti sudah banyak yang mengaitkan kondisi jatuh cinta dengan kerja otak dalam tubuh manusia. Tahun 2005 Dr. Lucy Brown, seorang profesor ahli di bidang ilmu syaraf di Albert Einsten College of Medicine di New York dengan seorang rekan bernama Helen Fisher yang menggunakan MRI dalam memindai otak laki-laki dan perempuan. Dalam penelitiannya itu mengungkapkan bahwa ketika seseorang jatuh cinta baik itu laki-laki dan perempuan, secara langsung mengaktifkan bagian otak yang bernama Nukleus Caudata dan Ventral Tegmental. Nukleus Caudata adalah bagian otak yang terkait dengan ingatan, emosi dan perhatian. Sedangkan, Ventral Tegmental adalah bagian dari otak yang menyalurkan sel-sel dopamin ke bagian otak lain. Ketika jatuh cinta Ventral Tegmental akan memenuhi Nukleus Caudata dengan dopamin, sehingga ketika jatuh cinta orang akan dimabuk kepayang seperti mengkonsumsi narkoba.

Terkait #Resensi :
#Resensi Bangsawan Pribumi Juga Memiliki Andil Dalam Kesengsaraan Rakyat di Zaman Kolonial – Max Havelaar Karya Multatuli
#Resensi Pendidikan Karakter Di Episode Kisah Karya Tetsuko Kuronayagi – Novel Totto-chan
#Resensi – Bumi Manusia, Sebuah Roman Cinta Pribumi Dan Peranakan Eropa.

Baca juga:  Bicara Moral Lewat Resensi Buku Berapa Luas Tanah Yang Dibutuhkan Manusia!

Peneliti ini juga menyodori foto pasangan atau kekasih mereka pada subyek penelitian (3.000 mahasiswa), dari hasil pindai MRI itu dapat dilihat bahwa wanita lebih banyak menggunakan bagian Nukleus Caudata, Septum (bagian otak yang disebut ‘pusat kenikmatan’), dan korteks parietal posterior (produksi citra mental dan pengalihan ingatan). Sedangkan Pria lebih banyak menggunakan bagian korteks visual di wilayah otak termasuk wilayah yang bertanggung jawab atas rangsangan seksual. Oleh karena itu, proses laki-laki jatuh cinta pada seorang wanita terletak pada matanya (bagian visual) dan wanita jatuh cinta pada laki-laki terletak pada ingatan yang disimpan di otaknya.

Perubahan Cara Pandang Yang Mulai Tidak Realistis.

Dalam buku ini juga menjelaskan penyebab para pria dan wanita bertengkar adalah adanya ekspektasi yang tidak realistis dalam memandang cinta. Tujuan kita dalam menjalin hubungan cinta adalah untuk menikah, memiliki anak dan hidup sehat (bahagia). Namun, alih-alih merakasan itu semua pasangan yang menikah justru mengharapkan sesuatu yang terkadang tidak realistis atau kelewat sempurna (Suami kaya raya, baik hati seperti sinterklas, dan bertubuh sempurna) yang membuat mereka justru terjebak dalam pertengkaran yang tidak ada habisnya. Padahal, dengan hidup dicintai dan mencintai membuat tubuh kebal terhadap penyakit-penyakit serius.

Terkait #Resensi :
#Resensi Budaya Patriarki Di Abad Pertengahan Lewat Tokoh di Grand Shopy Karya Geogrette Heyer
#Resensi Mendalami Sifat Alami Anak-Anak Lewat Karya Tetsuko Kuronayagi – Totto Chan.
#Resensi Very Good Lives – J.K Rowling (Lewat Imajinasi Lampaui Kegagalan)

Baca juga:  Resensi Max Havelaar-Gambaran Kolonialisme Belanda Lewat Karakter Droogstopel Karya Multatuli.

Cara pandang dan kontruksi ini dibentuk oleh media massa serta drama-drama atau film romantis yang membuat sebagian besar orang secara tidak langsung mengharapkan hal itu terjadi dalam hidupnya. Kisah cinta bak film romeo dan juliet serta pandangan bagaimana seharusnya kehidupan setelah menikah yang bahagia selamanya tanpa permasalahan, justru membuat kita berada dalam jurang penderitaan dan keretakan hubungan akibat hal yang tidak realistis itu. Peneliti sendiri menyadari bagaimana peran media masa dalam membangun image pria dan wanita ideal bisa berdampak besar terhadap kelangsungan kehidupan mereka.

Setelah membaca buku ini akan banyak hal menarik yang bisa dilihat. Ingin tahu lebih banyak atau ada yang sudah membaca buku ini ? Share di kolom komentar ya.. 

5 thoughts on “Resensi – Why Men Want Sex and Woman Need Love. Cara Kerja Otak Pria Dan Wanita Dalam Melihat Cinta.

  1. Ping-balik: #Resensi – Filosofi Teras. Jangan Bermain-Main Dengan Mindsetmu! – Dinda Pranata
  2. Ping-balik: #Resensi – Bicara Itu Ada Seninya. Mendengarkan Lebih Banyak Atau Berbicara Lebih Banyak? – Dinda Pranata
  3. Ping-balik: #Resensi – Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat! Cara Memiliki Mental Baja – Dinda Pranata
  4. Ping-balik: #Resensi The Danish Way Of Parenting – Pola Asuh Anak Berkarakter. – Dinda Pranata
  5. Ping-balik: #Resensi – Quiet Impact! Tak Masalah Menjadi Orang Introver. Mereka Pun Butuh Diterima! – Dinda Pranata

KOTAK POS