History · Society

Khmer Merah – Kelompok ‘Hitam’ Yang Kejam Bagi Penduduk Kamboja. Siapa Mereka ?

Khmer Merah sepertinya sudah tidak asing di telinga. Kelompok komunis Kamboja ini dikenal akibat pemberontakan yang paling brutal di zamannya. Tidak hanya itu, kelompok ini nyatanya masih berkeliaran di kamboja dan hidupnya bersembunyi di hutan-hutan dengan menutupi identitasnya hingga kelompok Khmer ini dibubarkan tahun 1999. Cukup mengerikan bukan ? Lalu, mengapa mereka bisa sebrutal itu melakukan pemberontakan ?

Hasil gambar untuk lambang khmer merah
Sekilas Tentang Khmer Merah by https://tirto.id

Berawal Dari Perang Saudara

pada tahun 1960 terjadi perang saudara antara Kamboja dan Vietnam Utara dalam Khmer merah ini beroperasi di hutan-hutan yang memimpin partai komunis kamboja ( Communist Party of Kampuchea ) di wilayah pegunungan dan hutan kamboja utara. Saat itu, khmer ini tidak memiliki kedudukan dan dukungan politis bahkan di ibukota kamboja. Sehingga, kelompok ini memanfaatkan momentum untuk menaikkan pamor mereka di kalangan masyarakat.

Ketika terjadi penggulingan Pangeran Norodom Sihanou , khmer merah menggunakan momen ini untuk mendapatkan dukungan lebih besar dengan berkoalisi dan bergabung dengan pangeran Norodom. Akhirnya ia bisa menarik masa dan mendapatkan dukungan di Phnom Penh dan semua wilayah Kamboja di tahun 1975. Namun, walau memilih koalisi dengan pangeran saat itu mereka tidak mengembalikan posisi pemerintahan kamboja pada pangeran, melainkan menyerahkan pemerintahan di tangan Pol Plot dan pangeran harus hidup di pengasingannya.

Kekejaman Khmer Merah dan Akhir Kelompok Ini

Pol Plot yang memimpin kelompok ini melihat sebuah komunal pedesaan di Kamboja Utara yang mampu bekerja sama dalam mengelola lahan dan penghasilan mereka. Selain itu mereka tidak terjerumus dalam kejahatan uang hingga agama. Pol plot kemudian menggunakan contoh komunal itu dalam memimpin kamboja ketika ia memimpin. Tidak hanya itu, ia juga mengisolasi kamboja dari dunia global yang dikenal sebagai “Year Zero

Sayangnya, dari prinsip kerja yang diterapkan olehnya dimana orang-orang kota dibawa bekerja di desa banyak yang menderita baik laki-laki, perempuan dan anak-anak. Kebanyakan dari mereka banyak yang meninggal akibat kelelahan bekerja, kelaparan hingga penyakit yang tidak mendapatkan pertolongan. Selain itu, Pol Plot dan pasukannya memberlakukan eksekusi dan hukuman bagi para intelektual serta orang-orang yang tergabung dalam kelompok revolusioner dengan memenjarakan dan membunuh mereka. Salah satu penjara yang terkenal yaitu Tuol Sleng dimana para laki-laki, perempuan serta anak-anak di penjara dan dibunuh.

Khmer merah nyatanya tidak puas hanya memiliki kamboja, tapi ia berusaha menduduki wilayah Vietnam yang baru saja bersatu saat itu. Tepatnya pada tahun 1979, tentara Vietnam berhasil memukul mundur pasukan Khmer merah setelah melalui pertempuran sengit diperbatasan kedua negara itu. Hasilnya, pasukan khmer merah cepat mundur ke daerah-daerah terpencil. Setelah jatuhnya Khmer Merah ditangan pasukan Vietnam, Kamboja berusaha membangun kembali negaranya yang banyak menderita. Ditahun 1997 setelah jatuhnya pasukan Khmer Merah, Pol Plot diadili dengan hukuman tahanan rumah hingga ia meninggal.

Mengerikan bukan kekejaman di zaman itu, sehingga banyak anak-anak yang tidak berdosa dan orang-orang yang tidak bersalah menjadi korban.

Source:
https://time.com/5486460/pol-pot-cambodia-1979/
https://www.britannica.com/topic/Khmer-Rouge
https://travel.tribunnews.com/2018/04/26/5-hal-mengerikan-yang-terjadi-saat-rezim-khmer-merah-berkuasa-di-kamboja-miris?page=2