Culture · History · Literature · Pojok Literasi · Special Edition

#Resensi Habis Gelap Terbitlah Terang – Surat Kartini Yang Mengkritik Budaya Senioritas.

Siapa yang tidak kenal dengan R.A Kartini, seorang wanita yang menyuarakan persamaan hak antara pria dan wanita. Sosok yang memperjuangkan hak atas kesengsaraan wanita yang tidak dapat memperoleh pendidikan dan adat yang meletakkan wanita di bawah kekuasaan laki-laki. Pemikirannya ini kemudian dikumpulkan oleh sahabatnya dari Belanda dalam sebuah buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Terkait #Resensi :
#Resensi Very Good Lives – J.K Rowling (Lewat Imajinasi Lampaui Kegagalan)
#Resensi Pendidikan Karakter Di Episode Kisah Karya Tetsuko Kuronayagi – Novel Totto-chan

Surat Kartini
Habis Gelap Terbitlah Terang By http://www.tokopedia.com

Kritik Atas Budaya Senioritas Yang Mendarah Daging

Dalam surat Kartini yang dikirimkan kepada teman-teman Belanda-nya ia mengatakan bagaimana menderita akibat budaya senioritas yang memblokir jalannya menuju kemajuan. Ia menjelaskan dalam suratnya kepada Nyonya R.M Abendanon bahwa ia bersama dengan saudara sulungnya memiliki pandangan yang berbeda. Kakaknya yang pertama sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Jawa dimana perempuan menerima saja nasibnya dan pasrah dimana posisinya harus di bawah laki-laki.

Anak-anak muda wajib dan patuh kepada orang-orang yang lebih tua, lebih-lebih anak perempuan harus taat kepada kakaknya yang laki-laki

Habis Gelap Terbitlah Terang Hal.70

Kritikan itu ia sampaikan bahwa ia ingin sekali kebebasan dimana ia bisa berpendapat, mengenyam pendidikan dan tidak harus merasakan budaya pingitan sampai seorang pria datang untuk meminangnya. Budaya senioritas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bangsa pribumi tertinggal dari bangsa lain yang lebih maju. Budaya ini yang sampai sekarang masih hidup dalam kehidupan sosial kita.

Terkait #Resensi :
#Resensi Gambaran Kolonialisme Belanda Lewat Karakter Droogstopel Di Max Havelaar Karya Multatuli
#Resensi Budaya Patriarki Di Abad Pertengahan Lewat Tokoh di Grand Shopy Karya Geogrette Heyer

Sentimen Masyarakat Terhadap Gender dan ‘Apa Kata Orang’

Dalam budaya Jawa saat itu, padangan masyarakat terhadap gender sangat jelas sekali. Sebagai contoh dalam surat Kartini ia menceritakan bagaimana bibi, nenek, saudara perempuan yang lain (tidak termasuk adiknya Roekmini, dan Kartinah) memandang sebelah mata tentang gender perempuan. Ia sering sekali mendengar “Anak perempuan, Oh hanya anak perempuan.” dengan nada seolah meremehkan gender itu.

Ia mengkritik bagaimana budaya dan adat saat itu mengunggulkan laki-laki dalam segala bidang. Padahal menurutnya wanita adalah ibu yang menjadi pendidik dasar anak-anak keturunannya tentang budi, akhlak, dan tingkah laku. Tidak hanya itu atas pengunggulan itu laki-laki yang memiliki otoritas hak tertinggi bisa sangat egois dalam memperlakukan wanita seperti contoh saat wanita meminta cerai sedangkan laki-lakinya hanya menggantungkan dirinya dan pada saat yang bersamaan sang suami membawa istri keduanya ke dalam rumah.

Selain sentimen masyarakat atas gender, pada suratnya juga menyinggung bagaimana kalangan bangsawan sangat memperhatikan ‘apa kata orang’ tentang pribadinya. Hal ini yang disoroti oleh Kartini tentang bagaimana wanita saat itu terikat oleh adat istiadat kesopanan yang sangat mengikat. Seorang wanita tidak boleh tertawa sampai memperlihatkan giginya, tidak boleh mengemukakan pendapat secara langsung dihadapan orang lain dan sebagainya. Sehingga ia merasa sangat terikat dan ingin bebas dari belenggu ‘apa kata orang’ tersebut.

Budaya ‘apa kata orang’ inilah yang masih hidup sampai sekarang terutama bagi kalangan yang masih memegang budaya senioritas dan sangat membelenggu diri sendiri untuk maju. Menurutmu apa yang sudah membaca buku Habis Gelap Terbitlah Terang bagaimana ? Bisa share juga di kolom komentar.

Terkait #Resensi :
#Resensi Mendalami Sifat Alami Anak-Anak Lewat Karya Tetsuko Kuronayagi – Totto Chan.

Bagi kalian yang memiliki pertanyaan seputar wawasan dunia bisa ditanyakan di kolom komentar. Tim akan membantu mencari jawabannya dan siapa tahu pertanyaan itu membuka wawasan bagi banyak orang.

Satu tanggapan untuk “#Resensi Habis Gelap Terbitlah Terang – Surat Kartini Yang Mengkritik Budaya Senioritas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s