Literature · Pojok Literasi

#Resensi Budaya Patriarki Di Abad Pertengahan Lewat Tokoh di Grand Shopy Karya Geogrette Heyer

Mungkin masih tidak banyak orang yang mengenal penulis Geogrette Heyer. Georgette Heyer merupakan penulis wanita asal Inggris yang menulis beberapa kisah Historical Classic Romance dan beberapa novel detektif. Ia lahir di Wimbledon Inggris di tahun 1902 dan salah satu novel yang ditulisnya berjudul The Grand Sophy ini cukup menarik dengan menggambarkan tokoh wanita yang bernama Sophy berjalan diluar jalur dari budaya yang kuat saat itu. Cara penulisan dari novel-novelnya terinspirasi dari novelis wanita di eranya yaitu Jane Austen.

Terkait Pojok Literasi :
#Resensi Very Good Lives – J.K Rowling (Lewat Imajinasi Lampaui Kegagalan)
Mendalami Sifat Alami Anak-Anak Lewat Karya Tetsuko Kuronayagi – Totto Chan.

The Grand Sophy Karya Georgette Heyer
The Grand Sopy Karya Georgette Heyer https://www.bukalapak.com

Tokoh Charles Sebagai Gambaran Budaya Patriaki

Di dalam novel the Grand Sophy ini dikenal tokoh utama pria yang bernama Charles dari keluarga bangsawan yang mana diangkat oleh pamannya yang juga seorang kaya raya dan memiliki kekayaan melipah. Akibat pamannya yang meninggal dunia sehingga seluruh harta kekayaannya jatuh ke tangan Charles sebagai ahli waris.

Charles yang berasal dari keluarga Omberley yang memiliki banyak hutang akibat ayahnya yang suka bermain judi dan meninggalkan hutang-hutang yang belum terbayar. Charles yang menjadi pewaris tunggal pamannya itu berusaha melunasi hutang-hutang ayahnya. Sebagai akibatnya seluruh keputusan mengenai rumah tangga jatuh ke tangan Charles yang dikenal kaku dan tidak ramah. Ia juga yang memberikan keputusan untuk pernikahan adik perempuannya Si Cecilia dengan pria yang tidak ia sukai.

Novel The Grand Sophy yang berlatar pada abad pertengahan ini menggambarkan kondisi budaya di era itu yang masih menganggap laki-laki adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Selain itu laki-laki berhak mengatur segala pengeluaran dan urusan rumah tangga sebagai pemegang kekuasaan tertinggi saat itu. Walau perempuan yang menjalankan urusan di lapanganya tidak menjadikan perempuan sebagai pemegang keputusan atas kewajibannya.

Tokoh Sophy Yang Dianggap Wanita Pembangkang Dari Kalangan Bangsawan

Tokoh utama wanita disini bernama Miss Stanton Lacy yang dikenal sebagai Sophy yang memiliki jiwa bebas dan berjiwa petulang. Dia memiliki banyak teman di kalangan bangsawan baik pria dan wanita. Ayahnya adalah seorang diplomat yang bernama Sir Horace ditinggal meninggal istriya sehingga Sophy tumbuh menjadi wanita yang lebih dekat dengan sosok pria dibanding dengan wanita walau dia dibersarkan oleh seorang pengasuh. Sang Ayah tidak pernah sedikit pun mengekang sang anak untuk segala kemauannya bahkan ia memberi kebebasan dalam mengatur keuangan pribadinya.

Saat si Sophy tinggal dikediaman keluarga Ombersley yang merupakan keluarga bibinya ketika sang Ayah pergi ke Spanyol dalam tugas kenegaraannya, ia sering bertengkar dengan Charles karena sikapnya yang dianggap tidak sopan dan pembangkang bagi kalangan bangsawan. Segala gerak gerik dan tindakan yang ia lakukan harus atas persetujuan si Charles sebagai pemegang keputusan tertinggi di keluarga Ombersley. Charles harus memberikan keputusan bagaimana ia harus bertindak dalam rumah itu walau itu untuk apa yang Sophy senangi. Termasuk untuk mengadakan pesta dansanya sendiri, Sophy tidak diperkenankan mengeluarkan biaya sendiri karena atas dasar pesta dansanya dilakukan di kediaman Ombersley.

Budaya patriaki yang kaku di novel tersebut sangat kuat sekali terutama yang berjalan di kalangan bangsawan abad pertengahan. Laki-laki diperkenankan menjalin persahabatan dengan pria maupun wanita. Laki-laki boleh mengendarai kereta kuda yang berukuran besar dan jenis kuda yang liar. Laki-laki boleh tertawa keras. Berbeda dengan wanita yang memiliki banyak aturan mulai dari cara berjalan, tertawa, bersikap hingga lingkup pertemanan yang dibatasi oleh kebanyakan kaum wanita saja.

Apa ada yang sudah membaca novel ini ? Bagaimana menurutmu ? Bisa share di kolom komentar ya.

Bagi kalian yang memiliki pertanyaan seputar wawasan dunia, bisa ditanyakan di kolom komentar. Tim akan membantu mencari tahu jawabannya. Siapa tahu pertanyaan kalian bisa membuka wawasan bagi banyak orang.

3 tanggapan untuk “#Resensi Budaya Patriarki Di Abad Pertengahan Lewat Tokoh di Grand Shopy Karya Geogrette Heyer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s