Culture · Society · Supplement

Perjalanan Pulang Kok Lebih Cepat – Akibat Dari Efek Ini Lho!

Sering kan merasa kalau lagi liburan kok rasanya perjalanan pulang lebih cepat ya? Termyata itu wajar terjadi di kebanyakan orang. Rata-rata orang yang menikmati waktu liburannya merasakan hal ini. Nyatanya dalam dunia science hal ini bisa dijelaskan. Lalu apa penyebabnya perjalanan pulang menjadi lebih cepat?

Jalan Pulang Menjadi Lebih Cepat
Jalan Pulang Menjadi Lebih Cepat by https://thegalleria.eu

Kerja Otak Dalam Melihat Sebuah Perjalanan

Nyatanya dalam sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di tahun 2011 menyatakan bahwa perjalanan yang kita lakukan berhubungan dengan kerja otak dalam menyerap informasi mengenai rute perjalanan kita. Peneliti menjulukinya sebagai ‘return trip effect’ dimana otak akan mengingat rute kembali dan lebih familiar dibanding dengan perjalanan berangkat.

Pada saat berangkat otak akan mengenali obyek-obyek dan merekam rute perjalanan saat itu. Pada saat kembali karena otak sudah menangkap dan mengingat obyek-obyek yang dikenali membuat perjalanan menjadi lebih singkat. Tapi, kondisi ini berbeda jika perjalanan kembali dan berangkat sama-sama melalui jalan yang berbeda, dan tentu saja rute yang diambil jarang dilalui.

Lalu peneliti Jepang melakukan penelitian yang melibatkan responden dalam menggambarkan rute perjalanan mereka. Dimana ada dua teori yang menggambarkan return trip effect ini. Mereka yang melihat rute pulang sebagai gambaran familiaritas (rute yang sudah mereka kenal sehingga perjalana pulang lebih cepat) atau ekspektasi perjalanan (kondisi diri atas waktu yang dilewati).

Perjalanan Dan Harapan

Judulnya agak lebay sedikit ya! Tapi memang perjalanan kembali dan harapan dari pelaku ini sebenarnya berkaitan erat. Disini para psikolog melihat sisi psikologi dari perjalanan pulang itu sendiri. Seorang peneliti dari Elizabethtown college mengemukakan bahwa perjalanan pulang seorang astronot ke bumi dirasa lebih cepat karena mereka tidak ada tekanan atas lama waktu yang ditargetkan. Hal ini berkaitan dengan bagaimana seseorang melihat perjalanan kembali seseorang.

Pernyataan ini juga didukung oleh psikolog bernama
Richard A. Block dari Montana State University bahwa perjalanan berangkat membuat kita ingin tiba disana tepat waktu dibanding perjalanan pulang yang lebih santai. Pada saat perjalanan berangkat seseorang akan terfokus pada waktu tempuh sehingga mereka menghindari gangguan pengalihan fokus waktu. Hal ini berbeda dengan perjalanan pulang dimana mereka bisa menikmati distraksi atau pengalihan fokus mereka terhadap waktu sehingga mereka tidak menyadari waktu berjalan.

Kalau kamu sendiri lebih sering mengalami yang mana ? Bisa share di kolom komentar juga.

Bagi kalian yang memiliki pertanyaan mengenai wawasan dunia, bisa ditanyakan di kolom komentar. Tim akan membantu menjawab pertanyaan itu. Siapa tahu pertanyaan kalian membuka wawasan bagi banyak orang.

Source:
https://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2032090/Why-return-journey-quicker-familiar-route.html
https://www.health.com/mind-body/why-the-drive-always-feels-shorter-on-the-way-home
https://curiosity.com/topics/why-does-the-return-trip-always-feel-shorter-curiosity/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s