Literature · Story

Mengapa Ananse Memiliki Setiap Cerita

Cerita Rakyat Ghana Ananse
Ananse by https://jaymiillz.artstation.com

Kwaku Ananse adalah seekor laba-laba yang menginginkan semua cerita menjadi miliknya dimanapun berada. Sedangkan, Nyame yang merupakan Dewa Langit memiliki semua cerita dimanapun ia berada. Suatu ketika Ananse pergi menemui Nyame.

“Aku berharap bisa membeli semua cerita.” Laba-laba itu pun bercerita kepada dewa langit tersebut.

“cerita itu memang dijual.” Nyame berkata pada laba-laba “Tetapi untuk mendapatkan cerita itu, kau harus membeli dengan harga yang tinggi. Banyak orang yang sudah mencoba untuk membelinya, tetapi mereka tidak sanggup untuk membayarnya. Apakah kau yakin bisa membayarnya ?”

“Tentu saja.” Jawab Ananse yakin. “Berapa harga yang harus aku bayar?”

“Kamu harus membawakanku 3 hal. Pertama bawa padaku si Ganas Mmoboro.”

“Lebah ? Baiklah.”

“Kedua bawakan aku Si Onini yang berbahaya.”

“Si Ular Piton ? Baiklah.”

“Dan terakhir, bawakan padaku Si Osebo yang berbahaya.”

“Si Macan tutul ?” Ananse tertawa “Cerita-ceritanya sebaik diriku.”

Ananse buru-buru kembali ke rumah, memotong labu dari bagian pangkalnya dan menggali lubang kecil di bagian dalamnya. Kemudian, ia menemukan labu kecil, labu yang besar, labu yang lebih besar dan mengisinya dengan air.

Ananse pergi ke atas pohon dimana lebah itu tinggal. Dengan cepat, sang laba-laba menyirami dirinya dengan air hingga basah, kemudian ia menyiramkan air dari labu besar ke seluruh pohon hingga si lebah ikut basah.

“apa yang kamu lakukan di sana saat hujan begini ?” Ananse menangis. “Orang bodoh, aku terlalu besar untuk masuk ke dalam labu itu, labu kering, tetapi kamu tidak. Masuklah dan keringkan dirimu!”

Si lebah terbang ke dalam lubang di dalam labu besar itu. Ananse dengan cepat menutupi lubang dalam labu itu dengan gumpalan rumput “kamu benar-benar bodoh.” Dia tertawa dan dengan buru-buru ia menemui dewa langit.

“Aku membawakanmu Mmoboro.” Dewa langit mengangguk “Ini baru sepertiga dari harga yang bisa kamu berikan. Tetapi, sekarang kamu harus membawakanku Si Ular piton Onini yang berbahaya.”

Ananse kembali ke rumahnya, memotong bambu yang kuat sendiri dan sebuah tanaman rambat. Kemudian, ia pergi mencari Si Piton Onini. Saat ia melihat Onini, ia berpura-pura berbicara pada dirinya sendiri “Istriku yang bodoh,” ia mengomel “I berkata dia lebih panjang. Dia malah bilang lebih pendek. Aku bilang dia lebih kuat, dia malah biang dia lebih lemah. Aku pasti benar, iya aku benar.”

Onini mendatanginya penasaran “Siapa yang lebih kuat ? Siapa yang lebih panjang ?”

Ananse berpura-pura terkejut “oh, tidak ada tuanku Onini.”

“Katakan padaku.”

“mengapa aku harus berdebat dengan istriku. Dia berkata bahwa tuanku Onini ini lebih pendek dan lebih lemah dari pada bambu ini. Bukankah ini hal yang bodoh ?”

“Tentu sangat bodoh. Kemarilah, letakkan bambu itu di bawah dan aku akan menunjukkan padamu seberapa panjang diriku.”

Ananse meletakkan bambu itu di bawah dan Onini berbaring disampingnya “Tidak,” Si laba-laba ini berkata “tidak cukup. Itu lebih baik.. tidak. Kau tetap di dalam saja Onini. Aku tidak bisa berkata jika kamu lebih panjang atau lebih pendek dari bambu. Biarkan aku mengikatmu pada bagian ujung bambu sehingga kamu tidak akan jatuh keluar sepanjang jalan.”

Ananse menggunakan tanaman rambat untuk mengikat kepala Onini dengan kuat pada ujung bambu. Dia buru-buru mengikat ekor Onini di ujung bambu yang lain dan kemudian membungkusnya dengan tanaman rambat di setiap bagian tubuh ular itu.

“Lihatlah ini !” laba-laba itu berkata “Istriku benar sekali. Kamu lebih pendek dan lebih lemah daripada bambu. Aku yang bodoh. Tapi kamu lebih bodoh saat kamu menjadi tawananku.!”

Ia pergi menemui Nyame dengan terhuyung-huyung bersama dengan Onini yang ada di dalam bambu “Ini aku membawakan Si Ular Piton Onini.”

Apakah Nyame terkejut ? Dewa langit hanya berkata “Ini masih dua pertiga dari harga. Sekarang, kamu harus membawakanku Si macan tutul Osebo yang berbahaya.”

Ananse pergi ke dalam hutan dimana Osebo tinggal dan menggali sebuah lubang yang dalam dan menutupinya dengan cabang pohon dan tanah sampai tidak terlihat. “Hey, Osebo!” Dia memanggil “Disini ada seseorang yang bisa kamu makan!”

Osebo datang berlari sambil mengaum dan ia terjatuh ke dalam lubang tersebut. Ananse menunggu dan kemudian ia berjalan di ujung lubang itu.

“Mengapa ? Apa ini ?” ia terkejut “Apakah itu kau, Si kuat Osebo? Apa yang kamu lakukan di lubang itu?”

“Aku terjatuh.” Osebo mengaum “Bantu aku keluar dari sini.”

“Oh,tidak; tidak. Aku sangat ingin menolongmu, aku akan melakukannya. Tapi, jika aku membantumu, aku akan dimakan olehmu.”

“Aku tidak akan memakanmu.”

“Kemudian kamu akan memakan istriku.”

“Tidak akan.”

Aku tidak tahu…”

“Aku berjanji,” Si Macan itu mengaum keras “Bahwa aku tidak akan memakanmu atau istrimu atau laba-laba lain dimana pun! Sekarang, bantu aku keluar dari sini!”

“Baiklah.. Selama kamu menepati janjimu dengan baik.” Kata Ananse.

Ia menarik dahan pohon yang letur ke arah lubang dan mengikatnya disana dengan tanaman rambat. Ananse mengikat salah satu ujung dari tanaman rambat itu pada pohon muda dan ujung lainnya menjuntai ke dalam lubang. “Ikatkan tanaman ini pada ekormu.” Ananse berseru “pastikan mengikatnya dengan kuat!”

Osebo mengikat tanaman itu dengan kuat pada ekornya. Ananse tertawa dan memotong ujung tanaman rambat yang terikat pada. Dahan itu terlontar ke atas bersama dengan terlemparnya Osebo ke luar dari lumang. Tetapi sekarang, Si Macan tergantug di bawah dengan ekornya. Ananse dengan cepat membunuh si Osebo kemudian membawa si Macan tutul ke Nyame.

“Ini Si Osebo.” Si laba-laba ini berkata “ini bagian ketiga dari harga yang sudah terbayar.” Kali ini Dewa langit benar-benar terkejut. “Mulai sekarang, semua cerita menjadi milikmu. Apapun yang diceritakan oleh pembicara harus berkata bahwa cerita itu milik Ananse.”

Dan sejak saat itu semua cerita yang diceritakan oleh Ashante disebut Anansesem. Cerita-cerita dari Ananse Si Laba-laba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s