Voynich Manuskrip

Voynich Manuskrip – Bukti Sejarah Yang Menyimpan Misteri

Voynich Manuskrip merupakan manuskrip tua yang hampir berusia 600 tahun. Manuskrip ini menjadi bukti sejarah misterius yang isinya masih dipecahkan oleh beberapa ahli. Sekilas misteri manuskrip ini mirip dengan misteri The Phaistos Disk.  Voynich manuskrip ini diperkirakan ditulis pada abad ke 15 sekitar tahun 1450an. Apa dan Bagaimana manuskrip ini begitu misterius.

Hasil gambar untuk voynich code

Voynich Manuskrip Saat Ditemukan

Voynich manuskrip ditemukan oleh Wilfrid Michel Voynich pada tahun 1912. Buku ini ketika ditemukan tidak diketahui siapa penulis atau pengarangnya bahkan bahasa yang digunakan juga bukan bahasa yang umum dipakai oleh orang-orang pada masa itu. Penemu ini membeli buku ini dari Jesuit Library di Itali pada tahun yang sama.

Para ahli kode dari Angkatan bersenjata US hingga para ahli linguistik berusaha memecahkan kode yang ada dalam buku tersebut. Namun dari buku itu ditemukan hingga 100 tahun berikutnya masih belum ada yang bisa memecahkan kode atau teka-teki di dalamnya.

Buku ini sendiri terdiri dari gambar-gambar yang mengandung teka-teki. Buku tersebut terdiri dari 246 halaman rapuh yang terbuat dari kulit binatang. Isinya berupa gambar-gambar tentang tanaman, tubuh wanita, hingga astronomi. Menurut beberapa ahli diduga buku tersebut berisi tentang hal-hal yang berkaitan tentang tumbuhan, astronomi, kesehatan, farmasi dan yang lainnya.

Based on the illustrations, scholars believe the book is divided into six sections: herbal, astronomical, biological, cosmological, pharmaceutical, and recipes. It’s possible the manuscript is of magical or scientific nature.

Voynich Manuskrip Dan Tekhnologi Pemecahan Kode.

Para ahli mencoba untuk memecahkan isi dari buku tersebut. Beberapa diantara para ahli tersebut merasa bahwa buku tersebut dibagi-bagi dalam beberapa kategori seperti kesehatan, tanaman herbal, farmasi, hingga astronomi. Namun, sistem bahasa yang dipakai masih menjadi misteri karena masih belum ditemukan bahasa yang mendekati manuskrip tersebut.

Peneliti dari Universitas Alberta membuat Artifisial Intellegence (AI) untuk memecahkan kode gambar dan bahasa yang ada di dalam voynich manustrip tersebut. Kecerdasan buatan ini menggunakan 380 jenis bahasa yang berbeda berdasarkan United Nations Universal Declaration of Human Right.

Berdasarkan AI yang digunakan 97% dari gambar dan tulisan ini menemukan arti. Hampir 80% dari tulisan yang digunakan dalam AI diketahui sebagai bahasa Ibrani. Namun dibalik isi yang mulai menemukan titik terang, salah satu teka-teki yang masih belum terjawab adalah siapa penulis dari buku tak berpengarang ini? Apa kalian mau membantu mencari siapa pengarangnya ?

Bagi kalian yang memiliki pertanyaan mengenai wawasan dunia, bisa ditanyakan di kolom komentar di bawah ini. Tim editor akan membantu mencari jawaban dari pertanyaan kalian. Siapa tahu pertanyaan kalian bisa membantu membuka wawasan dunia yang baru bagi banyak orang.

Source:
www.livescience.com
www.smithsonianmag.com
news.nationalgeographic.com

 

COMMENTS

%d bloggers like this: