Produktif Tim

Mau Produktif ? Coba Untuk TIDAK Mengatur Waktu

Produktifitas dalam kesibukan terkadang membawa masalah tersendiri. Disaat kita mengerjakan satu kerjaan bukannya produktifitas yang diperoleh malah kelelahan yang datang. Akhirnya proyek yang lainnya malah tidak mendapat jatah produktif dari kita. Ada banyak cara dalam mendapatakan produktifitas. Ini perlu diperhatikan ya, bagaimana sih mengatur agar produktifitas tetap jalan di tengah kesibukan ?

Produktif Produktif.gif oleh gifer.com

Produktif Dengan Cara Mengelola Energi

Banyak orang yang mengatur waktu dengan membuat jadwal harian, sampai rela bangun pagi dan tidur di malam yang larut untuk menyelesaikan sebuah proyek. Tapi dalam pengaturan waktu yang sedemikian rupa, tidak sedikit orang yang melupakan energi yang mereka gunakan ketika beraktifitas. Hal ini sebenarnya sangat subjektif tergantung bagaimana kondisi orang tersebut.

Kebanyakanorang tidak memahami kapan mereka berada pada level energi  yang tinggi dan kapan mereka dalam level ebergi yang rendah, Hal ini yang kemudian membuat mereka kelelahan dan tidak bisa menyelesaikan proyek atau kerja dengan maksimal. Selain itu budaya kerja yang masih menuntut kita agar pandai mengatur waktu menjadi alasan banyak orang terbiasa dengan kondisi yang seperti ini.

Apabila kita bekerja pada kondisi energi yang sedang penuh, maka pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, daya kreatifitas, dan pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan baik. Tidak perduli kapan apakah pagi hari, siang, atau tengah malam asalkan energi kita penuh maka kita dapat berfikir secara sadar dan baik. Berbeda jika energi berada dalam keadaan yang rendah, maka pekerjaan dalam pengambilan keputusan tidak baik dilakukan.

Produktif Dengan Meretas Energi

Untuk mendapatkan dan mengetahui bagaimana kondisi energi kita sangat mudah. Karena cara kerja tubuh kita sudah pasti adalah hal yang paling bisa kita kenali. Namun untuk merubah kebiasaan dari rutinitas yang dilakukan mungkin membutuhkan waktu. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk meretas energi :

  1. Membuat jurnal saat melakukan aktifitas : Hal ini mempermudah kita dalam menentukan kapan energi kita dalam level yang tinggi dan rendah.
  2. Cukup tidur : Hal ini sudah tidak asing lagi. Dengan tidur yang cukup membuat kita mampu mengatur mood dan kondisi tubuh saat menghadapi rutinitas.
  3. Lakukan Ralaksasi : Ketika dalam kondisi energi yang rendah, hentikan pekerjaan yang berat dan cobalah memilih kegiatan yang membuat relaks agar energi kembali berada dalam kondisi yang baik.
  4. Olahraga Teratur : Diketahui bahwa dengan berolahraga secara teratur minimal jalan kaki selama 10 menit mampu membuat peredaran darah menuju otak berjalan lancar. Selain itu, olahraga membuat tubuh memproduksi hormon endorphine yang baik untuk membuat energi dan suasana hati menjadi baik.
  5. Membuat jadwal sesuai ritme energi : Setelah tahu kondisi energi dalam diri sendiri, buatlah jadwal yang mengikuti ritme energi kita. Hal ini bukan hanya bisa membuat produktifitas dalam bekerja lebih baik, hasil yang dikeluarkan juga bisa maksimal.

Jika kita bisa mengatur energi kita maka dijamin produktifitas di tempat kerja akan lebih baik. Seperti yang dikutip dari medium.com

Doing 30 minutes of creative work in a high-energy level will be as effective as trying to do the same work in 2 hours when you have lower energy.

Ayo mengatur energi kita mulai hari ini, agar lebih produktif setiap hari. Nggak mau dibilang letoy kan di tempat kerja ?

Source:
www.lifehack.org
www.forbes.com
curiosity.com

COMMENTS

%d bloggers like this: