Kupu-kupu dalam perut cartoon

Alasan Mengapa Ada Banyak Kupu-Kupu Di Dalam Perutmu.

Kupu-kupu dalam perut, merupakan suatu fenomena yang unik. Siapa yang sangka dalam perut kita bisa merasa ada kupu-kupu terbang dalam perut ketika kita merasa gugup. Apakah benar kupu-kupu itu ada dalam perut ataukah suatu fenomena itu bisa dijelaskan dengan akal pikiran ? Sebelumnya kita membahas tentang sistem syaraf dalam artikel Kaitan Mascara dan Mulut Terbuka, kali ini bahasan yang sama dengan topik yang berbeda menjelaskan fenomena kupu-kupu dalam perut.

Kupu-kupu dalam perut

Kupu-kupu dalam perut ?

Fenomena kupu-kupu dalam perut ini berkaitan dengan hubungan antara pikiran, perasaan, dan sistem pencernaan. Wow, kok bisa saling berkaitan ? Sistem syaraf dalam tubuh manusia terdiri dari syaraf simpatetik dan parasimpatetik. Kondisi yang membuat manusia terjaga dan berhati-hati dinamakan sistem syaraf simpatetik dan sebaliknya sistem parasimpatetik merupakan sistem syaraf yang bertugas membuat manusia tubuh menjadi lebih tenang.

Ketika dalam keadaan gugup dan tegang, otak mengirimkan sinyal kepada hormon kortisol untuk dialirkan ke seluruh tubuh dan memicu meningkatnya detak jatung. Dengan detak jantung yang cepat membuat darah akan meninggalkan tempat yang tidak dibutuhkan seperti perut dan jatung  serta mengalir ke bagian yang dibutuhkan sperti bagian kaki, tangan atau yang lainnya. Darah yang menjauh dari area perut, membuat pembuluh darah sekitar perut akan mengalami penyempitan dan kontraksi. Hal ini lah yang menyebabkan seperti ada kupu-kupu atau serangga dalam perut.

Seperti yang dikutip dari halaman greatist.com kondisi ini menyebabkan orang waspada terhadap situasi yang ada disekitarnya. Sehingga memicu meningkatya tekanan darah, detak jantung dan irama pernafasan.

When the brain perceives a potential threat to survival, it increases alertnessby raising heart rate, blood pressure, and breathing rate. At the same time, the nervous system stimulatest he adrenal glands, which release hormones including adrenaline and cortisolthat can turn the body into a tense, sweaty mess.

karena adanya kondisi ini membuat kita lebih mudah berkeringat dan menegang disaat yang bersamaan.

Sistem adrenalin yang menekan usus ini membuat sistem percernaan menjadi lambat dan melemaskan otot sekitar usus. Ketegangan dan kontraksi di area perut ini mampu membuat kita bisa bolak-balik ke toilet untuk buang air kecil saat gugup dan menciptakan sensasi kupu-kupu dalam perut. Masih merasa kupu-kupu hidup dalam perutmu ?

Source :
curiosity.com
greatist.com
theconversation.com
blogs.discovermagazine.com

COMMENTS

%d bloggers like this: