High heels yang kaum wanita kenal awalnya bukan ditujukan bagi wanita. Siapa yang sangka sepatu high heel yang digunakan oleh wanita ini pernah dipakai oleh pria di masa lalu. Sebelum wanita menggunakan high heel kaum pria menggunakannya sebagai barang fashion. Namun, bagaimana bisa terjadi pergeseran pengguna ke wanita ? Dan apa alasan para pria pada masa lalu menggunakan high heel ?

Awal Sejarah High Heels Dari Pria

Awalnya pada abad ke 17, high heel digunakan oleh para diplomat yang menunggang kuda di Persia untuk melindungi dari pedal tunggangan kuda. Kemudian tahun 1599 utusan diplomat ini tiba di Prancis untuk mencari aliansi atau sekutu dalam melawan kekaisaran Ottoman Turki. Mereka memulainya perjalanannya dari Moscow, Rusia dan berakhir di Lisbon. Kemanapun mereka pergi, diplomat-diplomat ini menjadi pusat perhatian karena tinggi sepatu yang mereka gunakan.

Pada saat kedatangan mereka ke Prancis, Raja Louis XIV (1643–1715) yang saat itu memerintah sangat tertarik dengan gaya sepatu dari Persia tersebut dan menerapkannya di Prancis. Selain itu, aja Louis XIV memiliki tinggi di bawah rata-rata orang pada masa itu, ia memiliki tinggi sekitar 163cm dan membuatnya perlu menggunakan sepatu high heel demi mendapatkan tinggi yang sesuai.

Raja Louise memerintah selama 72 tahun dan menanamkan aturan penggunaan high heel untuk para aristokrat. Bagi masa pemerintahan raja Louis penggunaan high heels melambangkan status dan kekuasaan. Hal ini seperti yang dikutip dalam theculturetrip.com

Indeed, heels give you height, a sign of strength, as people rule from above. With its skyward design, fashion historians have speculated that the high heel is an attempt at godliness. Modern science proves that people associate height with power.

Sesaat setelah perang revolusi Prancis, kaum laki-laki tidak lagi mengenakan high heels dan tidak ingin terliat seperti para aristokrat yang tidak disenangi orang-orang pada masa itu. Kemudian, orang pada masa victorian memodifikasi high heels menjadi lebih feminim dengan tekhnologi yang berkembang pada masa itu dan menarik kaum wanita. Kemudian di tahun 1800an, sepatu high heels banyak digunakan oleh wanita dan dianggap sebagai lambang feminitas dan erotisme. Hal ini seperti yang tertulis di laman bustle.com

The Victorians were actually the ones who really rediscovered the heel. New sewing technology allowed for gentle heels with a few inches, but that was considered quite enough. The focus was on the instep; a curved instep was supposed to show a woman’s femininity and refinement, and tiny heeled feet were the height of sophistication. It was the beginning of erotic photography, too, and heels played a strong role in its first years. The BBC reports that some of the first nude photographs of women featured high heels, and it was a feature of most of the “French postcards,” as sexy photos of ladies were called at the time. The male hold on the heel had thoroughly broken.

Wah, ternyata kaum pria sempat tertarik dan menggunakan high heels ya. Kaum pria yang dikenal gentle juga memiliki sisi feminisme tersendiri. Bagaimana menurut kamu ?

Source:

curiosity.com
www.abc.net
www.bustle.com
theculturetrip.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: