Sejarah Kecap Di Dunia Barat

Sejarah Kecap di Luar Negeri Ternyata Unik Lho !

Sejarah kecap di dunia barat masih berkaitan dengan benua Asia terutama Cina. Orang Asia sudah mengenal kecap sebagai bahan pelengkap makanan atau masakan. Warnanya hitam dan terbuat dari kedelai hitam atau dari ikan yang di fermentasi. Namun jarang ada yang tahu bagaimana sejarah kecap dan mengapa namanya kecap. Bahkan kecap ini juga ada di dunia barat.

Sejarah Kecap Di Dunia Barat

Kata kecap sebenarnya berasal dari bahasa china hokkien ‘Ket-siap’ yang artinya saus dari fermentasi ikan. Kecap ini menyebar dari Cina Selatan sampai ke Indonesia dan Filipina. Orang Inggris membawa kecap ini negaranya, bahkan orang Inggris mengambil sample kecap ini untuk dibuat ulang di negaranya dengan meracik sendiri bahan-bahannya agar memiliki rasa yang mendekati dengan rasa kecap aslinya. Hal ini dilakukan kira-kira pada akhir abad ke 17 atau awal abad ke 18 dan sebagai buktinya ada resep pasta kecap yang dipublikasikan pada tahun 1732 oleh Richard Breadly.

Orang barat saat itu menambahkan beberapa bahan seperti jamur, tiram, teri dan kacang walnut untuk mencari cita rasa yang sama seperti yang mereka temukan di Asia. Orang Inggris bahkan memberikan cita rasa baru dengan menambahkan tomat dalam bahan pembuatan kecap. Hal itu ditemukan pada buku resep di tahun 1812 oleh holtikultur James Mease. Seperti yang dikutip pada curiosity,com

The first known recipe to actually include the tomatoes was published in 1812 by horticulturist James Mease. Not only did he call tomatoes “love apples,” but his recipe featured a multitude of spices, a splash of brandy, and no vinegar or sugar.

Tantangan terbesar pada pengembangan kecap tomat ini adalah masa tumbuh tomat yang bisa dibilang cukup singkat. Panen banyak yang dilakukan lebih awal untuk menjaga ketersediaan tomat. Para produsen kecap tomat ini harus bisa menjaga bubur tomat dalam kurun waktu setahun tanpa kandungan senyawa kimia apapun. Hal itu dirasa sangat sulit sehingga banyak produsen yang memilih menambahkan senyawa pengawet tambahan seperti benzoat ke dalam kecap. Kandungan pengawet yang berlebihan pada makanan tentu saja bisa membahayakan para konsumen hal ini yang membawa perdebatan dan permasalahan pada produksi kecap tomat ini.

Kecap Tomat Heinz

Kemudian pada tahun 1905, Henry J. Heinz membawa perubahan pada produksi kecap tomat ini. Ia memproduksi kecap tomat tanpa bahan pengawet dengan memanfaatkan tomat yang benar-benar matang. Ia menggunakan senyawa pengawet alami yang ada dalam tomat merah matang yang dikenal dengan pektin. Senyawa alami ini bisa meningkatkan jumlah cuka dan mengurangi pembusukan pada kecap yang diproduksi. dilansir dari nationalgeographic.com

Heinz was also convinced American consumers did not want chemicals in their ketchup. In answer to the benzoate controversy, Heinz developed a recipe that used ripe, red tomatoes—which have more of the natural preservative called pectin than the scraps other manufacturers used—and dramatically increased the amount of vinegar and to reduce risk of spoilage. Heinz began producing preservative-free ketchup, and soon dominated the market. In 1905, the company had sold five million bottles of ketchup.

Kecap Heinz menjadi kecap yang bebas bahan pengawet dan merajai pasaran dunia. Industri kecap dengan merk ini pun memproduksi kurang lebih 60 jenis kecap dengan bahan yang berbeda.

Jadi sejarah kecap berawal dari lafalan bahasa cina yang disederhanakan oleh bangsa barat kemudian mereka tertarik dengan cita rasanya. Setelah melalui proses pembuatan mereka malah menemukan bahan lain yang bisa digunakan menjadi kecap. Cukup unik ya sejarah kecapnya ?

Source:
curiosity.com
www.history.com
www.nationalgeographic.com
www.exploratorium.edu

COMMENTS

%d bloggers like this: