Maria Agnesi, Siapa sangka seorang wanita bisa menjadi begitu hebat di bidang matematika. Selama ini profesi di bidang matematika dan bidang ilmu pengetahuan lain dipegang oleh kaum laki-laki. Namuin seorang wanita mampu mengubah sejarah di bidang ilmu pengetahuan.

maria agnesi

Maria Gaetana Agnesi adalah ahli matematika, filsuf dan ahli teologi yang berkebangsaan Italia. Ia lahir di Milan pada tahun 1789. Orang tuanya bernama Pietro Agnesi seorang pedagang kain sutra yang kaya raya. Ayahnya memiliki 21 anak dan Maria Agnesi merupakan putri sulungnya. Ayahnya mendidiknya dengan menyekolahkannya di sekolah yang bagus.

Agnesi dikenal sebagai anak yang cerdas, pada usia 7 tahun ia mampu menguasai bahasa Italia dan Prancis. Kemudian, pada usia 11 tahun ia mampu berbahasa Yunani, Ibrani, Jerman, Spanyol dan Latin. Ia dikenal sebagai “The Seven-Tongued Orator” karena kepandaian berbahasanya. Ia sudah menunjukkan hal itu ketka ia bersekolah, namun pada masa itu kemampuan wanita dalam bidang intelektual tidak terima oleh masyarakat. Mereka menganggap bahwa wanita dalam mengelola rumah tangga tidak memerlukan kemampuan intelektual tinggi. Agnesi pun merasa lelah menunjukkan kemampuannya di sekolah sehingga ia hanya bisa menerima keadaan begitu saja.

Kemudian, Ibu tiri Agnesi meninggal sehingga ia harus bertanggung jawab mengurus keluarganya. Pada usia 14 tahun ia sudah belajar ilmu geometri dan ilmu basilistik. Ketika ia berusia 15 tahun, ayahnya berkumpul dengan orang-orang terpelajar di Bologna membuatnya mengenal banyak hal dan ia mampu menginterpretasikan salah satu pertanyaan filosofi yang paling sulit masa itu. Ia memiliki keinginan untuk menjadi biarawati, namun ditolak oleh ayahnya. Ayahnya hanya mengijinkan untuk ia melakukan amal keagamaan dan melanjutkan penelitiannya di bidang matematika. Sebagai persyaratan, apa yang ia pelajari harus ia ajarkan kepada saudara-saudaranya.

Basic Priciple Of Analytic

Pada tahun 1748, Maria Agnesi membuat text book dengan judul Instituzioni analitiche ad uso della gioventù italiana (Basic Prinsipal of Analytic). Dalam bukunya ia menjabarkan secara sistematis dan detail mengenai kurva, diferensiasi dan integral. Bukunya banyak digunakan oleh pelajar-pelajar di Paris dan Cambridge. Ia mendedikasikan bukunya untuk Ratu Maria Theresa dari Austria sehingga Ratu Maria Theresa memberikan ucapan terima kasih melalui surat dan berlian sebagai hadiah.

Pope Benedict XIV juga menghargai karyanya yang membuatnya menerima peghargaan dan pengangkatan ke kursi profesor di Universitas of Bologna. Namun sayangnya Maria Agnesi tidak pernah datang untuk menerimanya. Seperti yang dilansir dari laman scientificamerican.com

Agnesi dedicated the “Basic Principles” to Empress Maria Theresa of Austria, who acknowledged the favor with a letter of thanks and a diamond-bearing box and ring. Pope Benedict XIV praised the work and predicted that it would enhance the reputation of the Italians. He also appointed her to the chair of mathematics at the University of Bologna, though she never traveled there to accept it.

Pada tahun 1752, ayahnya meninggal dunia sehingga membuatnya dengan bebas mengukut nalurinya mengabdikan diri dalam kegiatan amal dan pelayanan kepada Tuhan. Maria Agnesi mengabdikan diri untuk membantu orang miskin dan wanita dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Ia juga membangun rumah sakit kecil di rumahnya untuk orang miskin dan tunawisma.

Source :

www.britannica.com
theconversation.com
www.scientificamerican.com
www.famousscientists.org


1 Comment

NURUL · July 11, 2018 at 6:25 am

Siapakah Maria Agnesi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: