Waktu masih sekolah dulu, pada mata pelajaran sejarah pasti sudah mengenal apa itu hieroglyph. Sebuah sistem tulisan yang dikenal paling tua dan digunakan pada masa peradaban bangsa Mesir. Namun, seiring dengan banyaknya penelitian ditemukan fakta bahwa sistem penulisan terbaru berasal bernama Cunieform. Lha, kok bisa begitu.

Tulisan Cuneiform Tenang Pembayara Pekerja Menggunakan Bir (3100-3000 BC)

Sistem tulisan cuneiform merupakan sistem yang sudah ada sejak 130.000 tahun lalu dari bangsa Sumeria. Sistem ini dikembangkan oleh bangsa ini kurang lebih 3.500 SM-3.000 SM. Kata cuneiform sendiri berasal dari kata latin cuneus yang artinya garis dan bisa diartikan sebagai tulisan berbentuk garis. Pembuatan tulisan ini menggunakan alat bernama stylus yang ditekan pada tanah liat untuk membentuk simbol-simbol kata. Tulisan ini digunakan untuk mencatat segala informasi seperti aktifitas kuil, perdagangan dan bisnis pada masa itu.

Sistem tulisan ini kemudian diadopsi oleh beberapa tulisan seperti Sumerian, Akkadian, Babylonian, Elamites, Hatti, Hittites, Assyrians dan Hurrians. Masa awal dari sistem ini yaitu proto-cuneiform yang berbentuk kata kongkrit seperti raja, perang, banjir. kemudian berkembang lagi menjadi kata yang lebih rumit atau kita kenal kalimat. Pada abad 3000 SM kata ini kemudian disederhanakan lagi menjadi kata yang lebih jelas secara syntax dan gramatikal.

Awal dari perkembangan huruf ini memiliki kurang lebih 1000 karakter yang kemudian disederhanakan menjadi 600 karakter. Seperti yang dikatakan oleh sejarawan Paul  Kriwaczek berikut

All that had been devised thus far was a technique for noting down things, items and objects, not a writing system. A record of `Two Sheep Temple God Inanna’ tells us nothing about whether the sheep are being delivered to, or received from, the temple, whether they are carcasses, beasts on the hoof, or anything else about them. 

Menurut Paul tulisan ini awalnya bukan sebuah sistem tapi teknik penulisan untuk menggambarkan sebuah hal, barang, atau objek dan bukan sebagai sistem tulisan karena tidak adanya makna yang jelas mengenai kalimat yang menggambarkan keadaan benda tersebut.

Arkeolog dari British Library menemukan kurang lebih ada 30.000 Teks di ibu kota nineveh di wilayah Irak. Teks dengan huruf cuneiform ini yang ditemukan berupa catatan sejarah, administrasi, teks hukum dan ribuan teks tentang pengobatan, magis, dan karya sastra. Beberapa karya sastra kuno yang menggunakan huruf ini antara lain AtrahasisThe Descent of Inanna, The Myth of EtanaThe Enuma Elish dan Epic of Gilgamesh yang kemudian George Smith and Henry Rawlinson 1810-1895 M menguraikan tentang huruf-huruf ini dan menterjemahkan dalam bahasa Inggris. 

Ternyata sistem ini ditemukan diperadaban mesopotamia lebih dulu dan tulisan ini lebih tua usianya dibanding dengan Hieroglyph di Mesir. Semakin maju jaman akan semakin banyak temuan-temuan yang mengejutkan, bukan ?

Source :
www.khanacademy.org
www.ancient.eu/cuneiform/
www.britannica.com
www.historyextra.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: