Finlandia dikenal sebagai negara paling bahagia tahun 2018. Ada banyak hal yang membawa Finlandia menjadi negara paling bahagia. Kesejahteraan, keamanan, gaya hidup dan termasuk filosofi budaya orang-orang disana. Jika di Jepang ada konsep ikigai tentang menemukan makna hidup, dan di Swedia ada lagom untuk menikmati waktu.Sebuah istilah di Finlandia bernama Sisu ini bisa dipelajari bagi yang mencoba mencari kekuatan dalam diri.

Sisu : Nilai Keberania Masyarakat Finlandia

Istilah ini diperkenalkan pada tahun 1914 oleh William James seorang intelektual, psikolog, dan seorang filsuf. Sisu sendiri merupakan konstruksi pemikiran orang Finlandia yang berusia 500 tahun. Sisu berarti kekuatan pikiran dan kemauan serta keyakinan untuk menghadapi kesulitan. Menurut Dr. Chris Peterson yang menulis tentang Japanesse Ikigai mengatakan bahwa

”There are lessons to be learned in all cultures about what makes life worth living, and no language has a monopoly on the vocabulary for describing the good life. The notion of ikigai is a good reminder to positive psychologists in the United States that our science should not simply be western export.”

Intinya bahwa setiap budaya memiiki nilai dan konsep kehidupan yang bisa dicontoh untuk membuat hidup lebih baik dan tidak harus berasal dari satu tempat.

Sisu menjawab segala keraguan tentang adanya kekuatan dalam diri yang bernama keyakinan dalam menghadapi kesulitan. Filosofi ini mengajarkan bagaimana kita perlu melakukan segala sesuatu dengan penuh integritas tidak perduli kesulitannya dan tidak menyerah dalam kegagalan. Hal ini sangat baik untuk diterapkan sebagai mindset orang-orang zaman sekarang.

Tantangan yang dimiliki era saat ini adalah bagaimana orang sangat bergantung pada komunitas, benda atau orang lain untuk melewati segala kesulitan yang dihadapi. Hal ini membuat orang akan menjadi ketergantungan dan tidak bisa berdiri sendiri. Filosofi ini baik diterapkan agar orang bisa menjadi percaya diri, dan memahami kekuatan yang dimiliki. Selain itu, mindset ini bisa membawa kepada kemampuan memahai bagaimana kesulitan itu dan mengatasinya.

Kesulitan itu merupakan hal yang alamiah dalam hidup manusia. Ia tidak bisa dihindari dan datangnya tanpa persiapan, sehingga orang akan merasa stress jika dihadapkan secara langsung. Namun dengan mindset sisu, orang akan lebih yakin apa dan bagaimana ia harus melewati itu sebagai tantangan untuk bisa menjadi lebih baik. Seperti yang dikatakan oleh Ralph Wardo Emerson seorang filsuf

Our greatest glory is not in never failing, but in rising up every time we fail

Kemuliaan yang kita miliki bukan dari kita tidak pernah gagal, tetapi saat mampu berdiri ketika kita gagal. Kurang lebih itu inti dari yang ia katakan.

Sisu sendiri di Finlandia sudah seperti konsep hidup yang tidak terpisahkan dalam masyarakatnya. Hal ini bisa dilihat dari tingkat kemakmuran dan tingkat kepuasan terhadap pekerjaan disana. Sisu mengajarkan untuk bergerak maju dan belajar dari kegagalan masa lalu. Hal ini juga yang mendorong masyarakat Finlandia lebih produktif dan pada akhirnya menjadi negara paling bahagia tahun 2018.

Siapa yang tidak ingin memiliki kualitas yang lebih baik ? Semua pasti mau kan bisa menghadapi kesulitan dan nggak melulu galau dengan kegagalan. Yuk belajar dari filosifi Sisu ini !

Source :
www.creativitypost.com
www.psychologytoday.com
www.forbes.com
nationalgeographic.co.id/berita/2018/03/negara-negara-paling-bahagia-di-dunia-tahun-2018

 

Categories: Europe CultureSociety

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: