Siapa yang tidak mengenal tragedi Panama Paper pada tahun 2016 ? Kebocoran data keuangan orang-orang penting dari beberapa negara di dunia. Kebocoran data ini bukan kebocoran data yang main-main, data finansial dari transaksi keuangan orang terkemuka yang harusnya terjaga privasinya, terbongkar di hadapan publik. Siapa sangka jika tragedi ini harus berulang di tahun 2017 dengan masalah yang sama dengan nama paradise paper.

Paradise Paper

Ya, Paradise Paper dianggap sebagai Panama Paper bagian kedua yang mengakibatkan bocornya bagaimana orang elit menggunakan uangnya untuk menghindari pajak. Kejadian ini melibatkan tokoh terkemuka dunia. Kasus ini tidak berasal dari perusahaan yang sama, perusahaan yang mengalami kebocoran yaitu ApplebyAppleby merupakan perusahaan termahal dalam bidang jasa hukum di wilayah bermuda.

Kebocoran data sebesar 1,4 Terabyte ini mampu mengungkap 13,4 juta dokumen dari 19 perusahaan yang dikelola yuridiksi tertentu dan 6,8 juta data lainnya merupakan biro hukum dan mitra Appleby. Tidak hanya itu beberapa nama yang terseret dalam kebocoran data ini yaitu Pangeran Charles, Apple, Presiden Trump, Hingga Pemenang Formula 1 Lewis Hamilton. Pengungkapan data properti pribadi di lepas pantai, aset atau saham dan bahkan pernyataan tentang penghindaran terhadap pajak atas aset pribadi diungkap pada kebocoran data ini.

Apa isi dari Paradise Paper ini ? Isinya berupa bagaimana kalangan elit menggunakan aset, kekayaan dan uangnya untuk menghindari pembayaran pajak yang tinggi. Beberapa skenario dirancang untuk menghindari pajak dari menyimpan dana di bank luar negeri, hingga membeli aset perusahaan di luar negeri.

Uniknya dari kasus ini penyedia jasa ini berkerja secara legal tapi melakukan tindakan yang disebut ilegal. Appleby bekerja sudah lebih dari 100 tahun dan menjadi perusahaan terkemuka di bidang hukum. Appleby sendiri memberikan kosultasi kepada mereka yang ingin bebas dari pajak dengan cara-cara yang tidak biasa. Termasuk di dalamnya cara menyembunyikan uang agar bebas dari pajak negara. Seperti yang dikutip dari sueddeutsche.de media Jerman yang terlibat dalam proyek paradise paper ini

Appleby likes to boast that its operations are absolutely clean and professional. But now Read the story: The Firmthe law firm is at the center of the Paradise Papers, an international investigative reporting project that leads directly into the shadowy world of big money

Siapa yang meretas data enkripsi dari Appleby ?  Sampai saat ini dewan Investigasi bernama International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) sedang mencari tahu siapa sosok yang meretas data tersebut. Peretas hanya menggunakan nama John Doe. Kebocoran data ini mampu membuat melumpuhkan tokoh negara seperti pencabutan jabatan perdana menteri hingga pegunduran diri menteri. 

Banyak kalangan elit yang menjadi klien dari perusahaan Appleby ini. Dari data yang diambil banyak pemimpin dunia dan beberapa konglomerat yang berusaha menghindari pajak dengan menyembunyikan atau membeli aset di lepas pantai. Berdasarkan informasi dari theguardian.com

The disclosures will put pressure on world leaders, including Trump and the British prime minister, Theresa May, who have both pledged to curb aggressive tax avoidance schemes.

beberapa pemimpin dunia merasakan tekanan dengan adanya pemberitaan ini, sehingga mereka perlu mengatur kembali kebijakan agar terhindar dari penghindar pajak yang agresif.

Menghindar dari pajak bukanlah sesuatu yang baik dan mengungungkan. Tidakkah kita sadar bahwa pajak sangat berguna bagi kesejahteraan sebuah negara terutama dalam pembangunan dan keberlanjutan negara. Agar tidak dikatakan sebagai kriminal pajak, yuk taat bayar pajak dari sekarang !

Source:
www.theguardian.com
www.bbc.com
projekte.sueddeutsche.de/paradisepapers/politik/this-is-the-leak-e866529/
www.icij.org

Categories: Supplement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: