Fenomena Sosial Fika

Produktif Itu Perlu ! Jika Kamu Perlu Energi Produktif, Coba Metode Fika Dari Swedia.

Fenomena sosial kerap memang selalu dinamis sehingga kita dituntut untuk segera mengikuti pola dinamisnya. Menghadapi kenyataan dimana semua yang serba dinamis memang bukan hal yang menyenangkan bagi sebagian orang. Mereka membayangkan betapa sibuk dan beratnya menghadapi hari bahkan ketika mereka baru mau tidur. Ketika bangun badan menjadi lemas dan ogah beranjak dari tempat tidur. Berbeda dengan orang swedia, untuk membuat mereka merasa produktif dan lebih siap di tempat kerja, mereka memiliki konsep dengan nama yang unik.

Ya, Fika ! Fika merupakan nama lain dari Coffee break yang diambil dari bahasa Swedia Kaffe yang berarti Kopi. Fika sendiri bukan hanya sebuah aktifitas tapi sudah menjadi fenomena sosial di Swedia. Saat melakukan Fika kita tidak hanya sekedar minum kopi tapi saat ini kita bisa menimati waktu baik untuk diri sendiri atau bersama dengan kerabat. Dalam kegiatan Fika biasanya mereka ditemani oleh makanan manis biskuit lemon atau cake. Perlu diketahui bahwa Swedia merupakan konsumen makanan manis terbanyak di dunia.

Fika sendiri bukan hanya sekedar nama tapi sudah menjadi ritual, pemikiran, bahkan menjadi budaya dan fenomena sosial yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di Swedia. Terlebih lagi orang Swedia menganggap nilai essensial yang penting dalam Fika. Di dalam konsep Fika menjadi penting dalam meningkatkan hubungan dengan teman/kolega, pentingnya beristirahat untuk memenangkan diri, dan pentingnya sebuah quality time.

Fenomena Sosial Fika

Fika sendiri bisa dilakukan kapan saja, entah pagi, siang atau malam hari tidak selalu harus pagi atau siang hari. Umumnya Fika banyak diterapkan dalam dunia kerja. Biasanya mereka mengadakan Fika pada jam 9 pagi dan 3 Sore. Tradisi ini tidak hanya dalam perusahaan, tetapi juga dalam kantor pemerintahan di Swedia. Tak jarang pula atasan dan managemen berbaur dalam fika dengan para staff dan karyawan mereka. Itu hal yang sangat biasa di sana. Pembahasan yang dilakukan juga tidak melulu soal pekerjaan, bisa tentang hobi atau hal-hal pribadi.

Konsep yang dimiliki dalam Fika hampir dikaitkan dengan Lagom yang merupakan gaya hidup sederhana yang mementingkan quality time. Menurut Andreas Astrom, dari the Stockholm Chamber of Commerce mengatakan

Swedish management style differs to most other countries. It’s flat and not very hierarchical. When you have flat structures it’s important to listen to everyone and through the communal nature of fika, chatting between employees and management is encouraged. It’s a great way to get everyone’s views on how companies are run.

Gaya management di Swedia berbeda dengan di negara lain, di sana tidak ada pembedaan dan hirearki/jenjang. Semua orang sama dan memiliki kesempatan untuk berbicara dan mendengarkan terutama dalam tradisi Fika. Terkadang ide-ide besar dan brilian lahir di saat Fika.

Tradisi dari Swedia ini banyak diadopsi di negara-negara lain. Selain bermanfaat untuk menghilangkan stress, adanya coffee break ini bisa menjadi cara lebih santai sambil menikmati kopi dan berbagi dengan orang-orang yang dikenal. Hal yang terpenting dalam fika bukan kopi atau cake tapi nilai kebersamaan dan kualitas dari waktu yang dihasilkan untuk memaksimalkan kinerja fisik dan mental.

Bahkan menurut penelitian, saat kita mengambil jeda selama 15 menit dari tempat kerja bisa memperbaiki fokus selama 1 hari. Mengambil jeda bukan berarti kalian malas atau tidak bisa bekerja, jeda membuat harimu lebih produktif dengan mengisi ‘bahan bakarmu’, meningkatkan kontrol diri dalam menghadapi pekerjaan. Yuk mulai ambil jeda dalam kerja agar menghasilkan proforma yang maksimal.

Source:
www.thekitchn.com
sweden.se/culture-traditions/fika/
www.swedishfood.com
www.bbc.com
curiosity.com

COMMENTS (1)

  • comment-avatar

    […] kelelahan yang datang. Akhirnya proyek yang lainnya malah tidak mendapat jatah produktif dari kita. Ada banyak cara dalam mendapatakan produktifitas. Ini perlu diperhatikan ya, bagaimana sih mengatur agar produktifitas tetap jalan di tengah […]

  • %d bloggers like this: