Gaya Hidup Sederhana Dengan Lagom, Sebuah Gaya Hidup Bahagia Ala Swedia. Yuk dicoba!

Gaya Hidup Sederhana Dengan Lagom, Sebuah Gaya Hidup Bahagia Ala Swedia. Yuk dicoba!

Gaya hidup Lagom sudah pernahkah mendengar istilah itu? Banyak yang belum tahu apa lagom dan darimana asalnya. Lagom merupakan istilah dari bahasa swedia yang artinya cukup, tidak lebih, atau tidak kurang. Istilah ini merujuk pada gaya hidup sederhana untuk mencapai kebahagiaan hidup. Mirip dengan Konsep Ikigai di Jepang. Kedua konsep ini sama mengedepankan kebahagiaan untuk mencapai kehidupan yang maksimal.

Gaya Hidup Lagom

Swedia dikenal sebagai negara paling bahagia dalam sepuluh besar pada tahun 2017. Lalu apa kaitan antara Lagom dan kebahagiaan? Konsep dan gaya hidup lagom berarti kita memaksimalkan keadaan dengan menikmati waktu. Gaya ini bisa diterapkan pada keadaan dan tujuan apapun.

Dikutip dari laman everythingsweden.com, Menurut penelitian yang dilakukan oleh Peter Berlin dalam bukunya berjudul Xenophobes guides to the Swedes mengatakan bahwa asal kata Lagom ada pada masa bangsa Viking.

From his research, he claims that the Vikings would sit around the camp fire and pass a horn of mead around the warriors. It became a matter of honour to take just a swig and pass the mead around the team, or laget om, so everyone got their fair share. Since then, the word was shortened to lagom but kept its original meaning.

Peter Berlin mengatakan bahwa saat itu kata Lagom berasal dari laget om yang merupakan tanda kehormatan bangsa viking, dimana kata laget om ini diucapkan saat mereka tengah berkumpul di perapian sambil meneguk minuman beralkohol. Kemudian lambat laun kata ini menjadi kata lagom.

Lagom sendiri banyak digunakan oleh orang Swedia untuk mendapatkan keseimbangan hidup. Tujuan dari konsep ini yaitu memaksimalkan waktu yang ada untuk memanggil dan menata kembali prioritas-prioritas dari tujuan. Lagom memberi kita waktu untuk menikmati waktu sejenak diantara sela-sela kesibukan agar kita terhindar dari stress dan tekanan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan lagom tersebut. Setiap pribadi pasti memiliki cara berbeda dalam menikmati hari mereka. Di Swedia, orang-orang menikmati Lagom dengan berjalan di bawah sinar matahari pagi, melakukan kebaikan kepada sesama, berjalan sendiri, membawa peralatan secukupnya, belajar seni mendengarkan orang lain hingga mengambil waktu untuk meditasi atau menenangkan diri.

Gaya hidup sederhana ini membuat kita lebih bisa memilih apa yang perlu dan tidak perlu. Kita juga bisa menetapkan gaya hidup ini untuk diri sendiri. Terlebih kita sering menanyakan pada diri sendiri “apakah saya bisa melakukan A, B, C?” Atau pertanyaan “bagaimana jika ini tidak berhasil?” Dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan itu cenderung membuat diri sendiri tertekan dan ujung-ujungnya stress. Kita bisa mulai menanyakan “apakah saya sudah melakukan yang terbaik?” Atau pertanyaan “apakah ini membuat saya bahagia?” Yang membuat anda mendapatkan jawaban yang sesuai.

Sesuai dengan namanya gaya hidup yang sederhana, tentu saja segala aktivitas perlu disederhanakan. Sering kali kita membuat rencana banyak atau menerima pekerjaan segudang. Bukannya terselesaikan dengan baik malah membuat kita tambah stress. Dengan menerapkan gaya hidup lagom kita bisa memilah pekerjaan dan membuat to do list yang lebih realistis. Selain itu kita jug bisa menetapkan aturan 80/20 dalam pekerjaan. 80% waktu untuk bekerja, dan 20% untuk beristirahat sejenak.

Untuk bahagia tentu saja bukan perkara mudah dan tidak mahal. Kita bisa menerapkan lagom ini dalam mendapatkan kehidupan bahagia yang sederhana. Lagom mengajarkan untuk lebih mencintai diri kita sendiri. Dengan bahagia dengan diri sendiri dan mencintai apa yang kita kerjakan tentu saja bisa membawa hasil yang maksimal. Bukankah untuk membahagiakan orang lain perlu mencintai diri sendiri dulu? Dan bukankah untuk mendapatkan hasil maksimal kita perlu mencintai apa yang kita kerjakan? Setuju?

 

Source :

www.wellandgood.com
www.health.com
www.travelandleisure.com
everythingsweden.com

COMMENTS (2)

  • comment-avatar

    […] yang dimiliki dalam Fika hampir dikaitkan dengan Lagom yang merupakan gaya hidup sederhana yang mementingkan quality time. Menurut Andreas Astrom, dari […]

  • comment-avatar

    […] disana. Jika di Jepang ada konsep ikigai tentang menemukan makna hidup, dan di Swedia ada lagom untuk menikmati waktu.Sebuah istilah di Finlandia bernama Sisu ini bisa dipelajari bagi yang […]

  • %d bloggers like this: