Budaya di Jepang dikenal sebagai budaya menjunjung tinggi kerja keras dan kedisiplinan. Keteraturan dari masyarakatnya seolah membuat sebagian orang akan memandang begitu melelahkan hidup di Jepang. Namun, walau begitu sebagian besar orang Jepang menganggapnya hal yang biasa. Selain karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka, sebagian dari mereka memiliki konsep hidup yang disebut Ikigai (生きがい).

 

Konsep Ikigai (生きがい)dalam bahasa Jepang bisa dijabarkan 生きる(ikiru) artinya hidup 甲斐(kai) artinya pencapaian, hasil dan bila kata itu digabungkan menjadi hasil atau pencapaian yang ingin dicapai dalam hidup. Konsep ini sudah dipikirkan sejak pada masa Heian (794 to 1185), menurut Akihiro Hasegawa seorang Psikologis klinikal dari Toyo Eiwa University mengatakan bahwa gai dari kata kai yang berarti tempurung yang diartikan sesuatu yang bernilai tinggi dan jika digabungkan dengan ikigai bisa berarti sesuatu yang bernilai dalam hidup.

 

Konsep ini sudah menjadi akar dari kehidupan masyarakat Jepang, sehingga mereka terbebas dari stress dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Dengan adanya konsep ikigai ini orang lebih memiliki tujuan hidup yang jelas dan hidup lebih terarah. Konsep ini banyak diterapkan oleh orang-orang barat untuk membuat mereka menemukan manfaat hidup. Konsep ikigai sendiri dimulai dari 4 pertanyaan penting yang mendasar antara lain :

  1. Apa yang anda suka ?
  2. Apa yang bisa saya lakukan dengan baik ?
  3. Apa kemampuan saya bisa mendapatkan bayaran yang sebanding ?
  4. Apa yang dibutuhkan dunia dari kemampuan saya ?

 

Bagi orang Jepang untuk menemukan jawaban dari pertanyaan ini bisa membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini karena konsep ini digunakan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari dari masyarakat Jepang.

Source : qph.ec.quoracdn.net

 

Ikigai sendiri tidak selalu berhubungan dengan kerja, bisa juga berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Menurut penelitian pada tahun 2010 ada 31% orang Jepang yang menghubungkan ikigai dengan pekerjaan sebagai tujuan hidup mereka. Namun ikigai sendiri bisa berubah seiring dengan perkembangan usia. Konsep ini bisa membantu masyarkat Jepang dalam menentukan tujuan hidup agar hidup bisa lebih bermakna. Selain itu, adanya konsep ini membuat masyarakat Jepang bisa hidup lebih lama.

 

Sumber :nationalgeographic.co.id/berita/2017/11/dengan-menemukan-ikigai-hidup-jadi-lebih-bermakna (diakses 02/01/2018)

nationalgeographic.co.id/berita/2013/06/ikigai-kunci-umur-panjang-warga-okinawa (diakses 02/01/2018)

www.weblio.jp/content/生き甲斐 (diakses 02/01/2018)

www.bbc.com 02/01/2018)

www.businessinsider.com 02/01/2018)

 

 


2 Comments

Lagom Gaya Hidup Bahagia Ala Orang Swedia. Kita coba yuk ! · March 20, 2018 at 4:00 pm

[…] Istilah ini merujuk pada gaya hidup sederhana untuk mencapai kebahagiaan hidup. Mirip dengan Konsep Ikigai di Jepang. Kedua konsep ini sama mengedepankan kebahagiaan untuk mencapai kehidupan yang […]

Sisu Membuat Hidup Lebih Baik Dan Produktif. Yuk Intip Makna Di Balik Filosofi Finlandia Ini ! · April 19, 2018 at 4:07 pm

[…] keamanan, gaya hidup dan termasuk filosofi budaya orang-orang disana. Jika di Jepang ada konsep ikigai tentang menemukan makna hidup, dan di Swedia ada lagom untuk menikmati waktu.Sebuah istilah di […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: