Kanji (漢字) : The Japanese Writing System

Mungkin sebagian orang mengira bahwa kanji itu sama dengan tulisan china. Hmm..Tidak sepenuhnya benar kok. Kanji itu merupakan salah satu tulisan di Jepang yang masih dipakai hingga saat ini. Kanji sendiri berarti “漢(Kan) : Bangsa China, dan 字 (ji) : tulisan” yang digabung menjadi tulisan dari China. Aksara Jepang saat ini dibagi menjadi 3 Jenis : Hiragana, Katakana dan Kanji.

Berdasarkan sejarah yang berkembang pada masa itu, sebelum orang-orang asia mengenal tulisan, pada abad 3-4 SM Cina yang merupakan peradaban tertua di Asia sudah mengenal yang namanya sistem tulisan. Tulisan yang mereka buat masih berupa simbol-simbol sederhana yang ditulis di bambu atau kulit penyu. Kemudian pada perkembangan sejarahnya, mereka mulai menyebarkan budayanya ke negara-negara tetangganya seperti Jepang dan korea dengan cara berdagang atau pertukaran ilmu. Kemudian, banyak bangsa Jepang terutama kaum pendeta yang belajar agama ke China dan berhasil menerapkan sistem tulisan pertama untuk naskah-naskah kuno.

Dalam pembuatan karakter kanji ada beberapa hal yang perlu di perhatikan : 音(On : Bunyi), 形 (Kei :Bentuk), dan 義 (Gi : Arti). Cara baca kanji juga tidak sama dengan cara baca china kok. Jika di Jepang, ada beberapa cara baca Kanji diantaranya :
1. 音-読 : On yomi (Cara baca China)
Cara baca ini digunakan ketika mengartikan kanji sesuai dengan cara baca orang china.

2. 訓読 : Kun Yomi (Cara Baca Jepang)
Cara baca yang disesuaikan dengan orang Jepang. Cara baca ini diambil dari cara baca orang china yang mendekati dengan cara baca orang Jepang. Biasanya untuk cara baca ini, orang Jepang menggunakan Okurigana (tulisan yang disisipkan di atas tulisan kanji) untuk membantu pengucapannya.

3. 国訓 : Kokkun (Cara baca baru)
Cara baca china yang mendapat arti baru dari karakter china/asalnya.

Banyaknya jenis kanji yang harus dibaca dan dipelajari orang Jepang pada masa itu. Pemerintah kemudian membuat perubahan, dimana mulai berkembangnya sistem tulisan hiragana dan katakana, dan jumlah kanji yang dikurangi pada era Meiji. Seperti yang dikutip dari Sleeya,1983 dalam Psycholinguistic Nature of the Japanese Orthography

“The major proposals for reforming the Japanese language fell into three categories : (1) replacement of kanji by kana ; (2) use of romanization ; and (3) continued use of kana and kanji, with restrictions on the number of kanji.”

 

Sumber :
Katsuo, Tamaoka.1991. “Psycholinguistic Nature of the Japanese Orthography” dalam Psycholinguistic Nature of the Japanese Orthography. Japan : Matsuyama University.

https://id.wikipedia.org/wiki/Kanji diakses pada tanggal 07 Mei 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *